RADAR SURABAYA-Sebuah video yang memperlihatkan kondisi lalu lintas di Swiss menjadi viral di media sosial karena ketaatan warganya dalam mematuhi aturan lalu lintas yang berlaku.
Video tersebut menunjukkan jalur bus di Swiss yang tetap bebas dari kendaraan pribadi meskipun tanpa separator atau pembatas jalan. Pemandangan yang cukup langka bagi warga Indonesia tersebut pun menuai perhatian publik.
Video itu diunggah oleh seorang pengguna media sosial bernama Grescoe pada Sabtu (21/9).
Dalam keterangannya, ia menulis, "Anda bisa mengemudi di Swiss, tentu saja. Tetapi jika Anda ingin sampai di tujuan tepat waktu, gunakan transportasi umum! Saya menaiki bus di Lucerne dan tiba tepat waktu. Jika saya menggunakan mobil, mungkin saya masih menunggu."
Video ini menunjukkan betapa tertibnya para pengendara di Swiss, dimana mereka tidak memasuki jalur bus yang dikhususkan untuk transportasi umum, meskipun saat itu jalur yang berisi kendaraan umum terlihat padat, ditambah tidak ada penghalang atau pembatas jalan.
Hal ini tentu menggambarkan bahwa mayoritas warga Swiss memiliki kesadaran hukum dan budaya disiplin yang tinggi.
Menanggapi fenomena itu, beberapa netizen pun memberikan komentar positif terhadap kondisi tersebut. Namun, ada pula netizen yang langsung membandingkan dengan kondisi di Indonesia.
“Ya semuanya tergantung teladan dan integritas para pemimpinnya yg telah dilakukan pd masa lalu dan hari ini... bertanggung jawab atas masa depan rakyatnya,” tulis akun @s***.
“ Ini dampak dari pendidikan karakter yang berhasil,” kata akun @p***.
“Kalau di jakarta separator busway di jebol,” komentar akun @y*** menambahkan.
Sebagai tambahan informasi, Swiss dikenal sebagai salah satu negara dengan sistem transportasi umum yang paling efisien di dunia.
Pemerintah Swiss menyediakan infrastruktur yang mendukung penggunaan transportasi umum, termasuk jadwal yang tepat waktu dan integrasi antar moda yang baik.
Di Swiss, meskipun tersedia berbagai moda transportasi seperti kereta, bus dan kapal, kereta mendominasi pergerakan transportasi di negara ini.
Hal ini disebabkan karena bus di Swiss umumnya tidak memiliki rute yang panjang seperti kereta. Jalur bus biasanya terbatas pada area dalam kota dan kota utama, dengan jumlah stasiun yang relatif sedikit. Oleh karena itu, kereta dianggap sebagai moda transportasi utama di Swiss.
Sementara itu, jalan raya di Swiss dirancang untuk mendukung efisiensi transportasi umum.
Jalur bus, misalnya, dibuat agar bebas hambatan sehingga memungkinkan bus tiba tepat waktu.
Di kota-kota seperti Lucerne, jalur khusus untuk transportasi umum dikelola dengan baik dan dilengkapi rambu-rambu yang jelas. Warga setempat juga didorong untuk lebih memilih transportasi umum dibandingkan kendaraan pribadi.
Keberhasilan negara tersebut terutama di sektor transportasi tentunya disokong oleh tingkat pendidikan dan kesadaran hukum di Swiss yang sangat tinggi.
Berdasarkan laporan Institute for Management Development (IMD) World Talent Report 2023, Swiss menempati peringkat pertama dalam kategori sumber daya manusia (SDM) paling maju di dunia.
Disusul oleh Singapura yang berada di posisi ke-8, Malaysia posisi ke-33, sedangkan Indonesia berada di posisi ke-47 dari total 64 negara yang telah disurvei.
Pendidikan karakter yang kuat menjadi salah satu faktor keberhasilan menciptakan masyarakat yang disiplin dan menghormati segala aturan yang berlaku. (aul/jay)
Editor : Jay Wijayanto