Sebagai mahasiswa internasional dari Zhejiang University of Science and Technology, saya sangat beruntung untuk berpartisipasi dalam serangkaian kegiatan praktik untuk kelas persepsi Tiongkok. Pengalaman ini telah memberikan saya pemahaman yang lebih dalam tentang negeri kuno namun penuh dengan kehidupan yang semangat ini.
Berikut adalah pembagian pengalaman saya dari empat kelas praktik pada semester ini. Saya berharap dapat menceritakan kisah-kisah Tiongkok yang hidup di nyata tersebut.
Dalam praktik pertama kali, saya pergi ke Desa Changdai. Ini adalah model konstruksi pedesaan yang indah di Tiongkok. Saat memasuki desa tersebut, saya terkesan oleh pemandangan yang ada di depan mata: pohon-pohon yang teduh, suara burung yang merdu, rumah-rumah yang teratur berjajar, jalan yang bersih, dan penduduk desa yang sibuk namun bahagia.
Saya mengunjungi lapangan budaya desa, dan melihat pemandangan ramai penduduk desa yang menari di arena dan berlatih tai chi. Saya juga masuk ke rumah penduduk desa, berbincang dengan mereka, dan mendengarkan cerita mereka.
Pengalaman ini membuat saya sangat merasakan perubahan dan perkembangan desa-desa Tiongkok, dan juga membuat saya penuh harapan yang sangat besar untuk masa depan desa-desa di Tiongkok.
Praktik kedua, saya datang ke Museum Warisan Budaya Nonmaterial Yuhang. Museum ini bermula dari budaya Liangzhu, dan didasarkan pada warisan budaya nonmaterial daerah Yuhang, yang memperlihatkan kepada kami budaya sejarah mendalam dan ekologi geografis yang unik dari Yuhang.
Di sini, saya melihat berbagai karya tangan yang indah dan pertunjukan seni rakyat, serta merasakan kedalaman dan keluasan budaya tradisional Tiongkok. Melalui kunjungan museum dan mendengarkan pembahasan, saya lebih mendalami dan memahami budaya Kanal, budaya Jingshan, budaya Tiaoxi, dan lain-lain.
Pengalaman ini membuat saya lebih mencintai budaya tradisional Tiongkok, dan juga memicu semangat saya untuk belajar dan mewariskan budaya tradisional Tiongkok.
Pada praktik ketiga, saya mengunjungi pabrik produksi Wahaha. Dalam kegiatan ini, saya berkesempatan untuk mengetahui perjalanan perkembangan dan filosofi bisnis Wahaha, mencicipi produk-produk mereka, dan juga mengunjungi ruang produksi mereka.
Saya terkesan oleh skala dan tingkat teknologi perusahaan ini, serta lebih mendalami budaya industri Tiongkok. Praktik ini membuat saya melihat kebangkitan dan kekuatan industri Tiongkok, dan juga membuat saya penuh keyakinan untuk masa depan Tiongkok.
Pada praktik keempat, saya ikut serta dalam pembagian pengalaman alumni yang luar biasa yang diselenggarakan oleh kelompok kelas "Persepsi Tiongkok". Dalam pembagian pengalaman ini, alumni sekolah kami, Tungamirai Eric Mupona, memberikan presentasi bertema "Motivations and Strategies for Engaging in Social Practice in China".
Dia berbagi pengalaman dan pemahaman yang didapat dari terjun ke dalam praktik sosial di Tiongkok, dan juga memberikan beberapa saran berharga kepada kami. Presentasinya membuat saya lebih mengerti pentingnya praktik sosial, dan juga memicu semangat saya untuk lebih banyak memahami dan merasakan Tiongkok, sehingga saya lebih jelas tentang arah, tujuan hidup, dan studi saya di Tiongkok.
Melalui praktik "Persepsi Tiongkok", saya tidak hanya memahami budaya tradisional, masyarakat modern, dan perkembangan industri Tiongkok, tetapi juga merasakan keramahan dan persahabatan rakyat Tiongkok. Pengalaman-pengalaman ini membuat saya lebih mendalami Tiongkok, dan juga membuat saya lebih jatuh cinta dengan negara ini.
Saya percaya, dalam waktu mendatang, saya akan terus belajar dan memahami Tiongkok dengan giat, untuk berkontribusi pada perkembangan negara ini. (*)
Oleh EVELYNE CHANDRA
Mahasiswa Zhejiang University of Science and Technology
Editor : Lambertus Hurek