Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pertama Kali dalam Sejarah, Salju Turun di Gurun Al-Jawf Arab Saudi, Pertanda Perubahan Iklim

Jay Wijayanto • Senin, 11 November 2024 | 22:43 WIB
Gurun Al-Jawf di Arab Saudi yang tertutup salju.
Gurun Al-Jawf di Arab Saudi yang tertutup salju.

SURABAYA – Arab Saudi merupakan salah satu negara dengan suhu mencapai 40 derajat celcius. Hal tersebut membuat Arab Saudi menjadi salah satu negara terpanas di dunia. Namun di awal bulan November tahun ini, untuk pertama kalinya dalam sejarah, salju turun di wilayah utara Arab Saudi. Tepatnya di gurun Al-Jawf.

Fenomena unik ini tentu menghebohkan masyarakat setempat, bahkan dunia. Beberapa video di media sosial memperlihatkan hamparan gurun Al-Jawf yang biasanya gersang, kini telah terselimuti oleh salju.

Turunnya salju di gurun Al-Jawf merupakan pertama kalinya dalam sejarah yang kemudian menjadi wisata tersendiri bagi warga di sekitar wilayah tersebut.

Berbeda dengan wilayah utara Tabuk yang berada di ketinggian 2.600 meter di atas permukaan laut (mdpl), sehingga sesekali turun salju.

Gurun Al-Jawf berada di posisi lebih rendah, sehingga turunnya salju di tempat ini merupakan suatu fenomena unik yang menarik perhatian masyarakat setempat maupun dunia.

Di balik keindahan hamparan salju putih di gurun Al-Jawf, ternyata menjadi peringatan darurat bagi masyarakat setempat.

UNIK: Mobil berserakan di gurun Al-Jawf, Arab Saudi, yang tertutup salju.
UNIK: Mobil berserakan di gurun Al-Jawf, Arab Saudi, yang tertutup salju.

Sebab, salju yang turun di gurun Al-Jawf merupakan dampak dari cuaca ekstrem, yaitu hujan lebat dan badai yang terjadi pada Kamis (7/11) lalu. Cuaca ekstrem yang mengubah gurun menjadi hamparan salju ini juga menjadi pertanda bahwa perubahan iklim nyata adanya.

Pusat Meteorologi Nasional (NCM) UEA menyebutkan bahwa fenomena yang terjadi di gurun Al-Jawf ada hubungannya dengan sistem tekanan rendah dari Laut Arab dan meluas hingga ke Oman.

“Pola cuaca ini membawa udara mengandung banyak air ke wilayah yang biasanya kering, sehingga mengakibatkan perubahan signifikan cuaca di sana,” tulisnya.

Perubahan iklim mengakibatkan Arab Saudi maupun Uni Emirat Arab mengalami badai petir, hujan es, dan hujan lebat yang tidak pernah terjadi sebelumnya.

Departemen Cuaca Arab Saudi lantas mengeluarkan peringatan cuaca buruk untuk beberapa hari mendatang.

Masyarakat diperingatkan untuk bersiap menghadapi cuaca ekstrem berkepanjangan seperti hujan es, angin kencang dan badai petir disertai hujan lebat.

Namun cuaca ekstrem memberikan banyak dampak negatif bagi masyarakat setempat seperti mengganggu jarak pandang, mengganggu perjalanan dan memengaruhi kehidupan sehari-hari.

Untuk itu, para pejabat di Arab Saudi terus mengingatkan warga agar berhati-hati sekaligus mengambil tindakan pencegahan dan mitigasi bencana. (sas/jay)

Editor : Jay Wijayanto
#salju turun #gurun al jawf #cuaca ekstrem #arab saudi