RADAR SURABAYA – Seorang Youtuber atau live streamer asal Amerika Serikat (AS), Ramsey Khalid Ismael atau yang dikenal sebagai Johnny Somali kembali menjadi kontroversi setelah membuat onar dalam sesi live streamnya di Korea Selatan pada 24 Oktober lalu.
Berbagai onar telah dilakukannya, salah satunya yakni tindakannya mencium dan menari cabul terhadap patung perdamaian di Itaewon, Distrik Yongsan, Seoul, yang berwujud sosok wanita.
Tindakannya pun tentu mendapat banyak kecaman dari netizen karena patung tersebut merupakan simbol dari puluhan ribu wanita muda Korea yang pernah menjadi budak seks oleh militer Jepang di masa penjajahan pada 1910 – 1945.
Tak hanya itu, pada live streamnya pada 17 Oktober, dia juga membuat onar di supermarket Korea dengan sengaja menumpahkan kuahie Instan lalu melempar mieya sembarangan di area supermarket, setelah salah satu dari karyawan menghetikannya minum alkohol.
Lebih parahnya, Johnny juga menampilkan dua video dimana dia sedang berciuman dengan Youtuber perempuan asal Korsel dan mengklaim bahwa perempuan tersebut adalah pacarnya dalam live streaming.
Ternyata, video tersebut hanyalah DeepFake yang dibuat dengan AI, akibatnya aksinya telah dilaporkan kepada polisi dan telah ditindaklanjuti secepat mungkin.
Kabarnya sekarang, Johnny telah menjadi orang yang dicari-cari (liat wanted) di Korea melalui tindakanya yang viral di media sosial.
Beberapa Youtuber Korsel juga ikut melacak dan mencari Johnny dan mengancam akan menghadapinya secara fisik.
Johnny pun mendapat julukan baru di media sosial sebagai “Golden Goblin” yang merupakan referensi dari viideo game yang mengartikan bahwa kini dia menjadi ‘buronan’ bagi warga Korsel dengan hadiah sebesar 1 juta won (sekira Rp 11.4 juta) untuk setiap informasi dan lokasi keberadaannya.
Selain mendapat julukan buronan oleh warga Korsel, Johnny Somali juga dilarang untuk pergi dari Korsel atas pelanggaran dan keoranaran selama live streamnya selama di sana.
Adapun pelanggaranya di antaranya tindakan penyerangan warga sipil yang berkedok prank (bercanda) dan sedang dalam investigasi kepolisian atas penggunaan narkoba yang merupakan tindakan ilegal di Korsel. (ken/jay)
Editor : Jay Wijayanto