Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pasukan Israel Serang Desa di Lebanon dengan Bom Fosfor: Dampak dan Implikasi

Rahmat Adhy Kurniawan • Minggu, 27 Oktober 2024 | 16:16 WIB
Korban serangan udara Israel yang juga menyasar warga sipil.
Korban serangan udara Israel yang juga menyasar warga sipil.

RADAR SURABAYA - Pada Sabtu (26/10), pasukan Israel mengerahkan bom fosfor ke sejumlah desa di Nabatiyeh, Lebanon selatan, serta melakukan serangan udara di desa-desa di Tyre.

Serangan ini memicu kebakaran hebat, seperti dilaporkan oleh media setempat.

Apa Itu Bom Fosfor?

Bom fosfor putih adalah amunisi berbahan kimia yang terbuat dari batuan fosfat. Bahan ini memiliki tekstur padat menyerupai lilin, dengan bau yang mirip bawang putih dan warna yang bervariasi antara putih, kuning, hingga transparan.

Dalam konteks militer, bom fosfor putih digunakan untuk berbagai tujuan, termasuk menciptakan ledakan dan api.

Bahaya Bom Fosfor

Bom fosfor putih berbahaya tidak hanya karena kemampuannya untuk meledak, tetapi juga karena dapat menyebabkan kebakaran yang meluas.

Ketika bereaksi dengan oksigen, bahan ini dapat terbakar pada suhu 10-15 derajat Celsius.

Area yang terkena dampak dapat terbakar hingga ratusan yard persegi dan baru padam setelah semua fosfor habis.

Luka yang diakibatkan oleh bom ini lebih fatal dibandingkan dengan bom konvensional, dan penanganan korban memerlukan pelatihan khusus bagi tenaga medis.

Kantor Berita Nasional Lebanon melaporkan bahwa serangan udara Israel menyasar beberapa wilayah sekitar Desa Al-Ayshiyeh, Sajd, dan Jermak di distrik Jezzine, Kegubernuran Selatan.

Salah satu serangan yang kuat di daerah Qatrani mengakibatkan pemadaman listrik di berbagai kota dan memicu kebakaran di hutan Joura Khadr.

Di Marjayoun, Kegubernuran Nabatiyeh, serangan udara menghantam daerah Adaisseh dan pinggiran Taybeh, sementara di Hasbaya, penembakan artileri dengan amunisi fosfor menargetkan area sekitar Kota Halta dan Wadi Khansa.

Serangan juga dilaporkan terjadi di Zoutr Timur, Nabatiyeh, dan artileri berat menyasar Tyre, khususnya antara Desa Majdal Zoun dan Shamaa.

Pasukan zuonis Israel juga menargetkan buldoser yang sedang membersihkan jalan di Rashknaniya, meskipun tidak ada laporan korban cedera.

Serangan ini merupakan bagian dari peningkatan serangan udara besar-besaran oleh Israel di Lebanon sejak bulan lalu.

Israel mengklaim bahwa serangan ini ditujukan pada sasaran Hizbullah, yang telah meningkatkan ketegangan dan konflik lintas batas dengan kelompok tersebut.

Sejak dimulainya serangan brutal Israel di Jalur Gaza, perang antara Israel dan Hizbullah telah berlangsung selama lebih dari satu tahun. Pada 1 Oktober, Israel memperluas konflik dengan melancarkan serangan ke Lebanon selatan.(rak)

Setelah lebih dari satu tahun melakukan serangan di Gaza, Israel dilaporkan telah menewaskan hampir 43 ribu orang dan melukai lebih dari 100 ribu lainnya, menurut data resmi dari Otoritas Kesehatan Palestina.

Situasi ini menimbulkan keprihatinan mendalam akan keselamatan warga sipil dan stabilitas regional.

Dengan meningkatnya serangan, dampak konflik ini tidak hanya terasa di Lebanon, tetapi juga di seluruh kawasan, dengan potensi untuk memperburuk ketegangan yang sudah ada.(rak)

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#palestina #serangan israel #kejahatan perang #Bom Fosfor #lebanon