Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Sammy Basso Manusia yang Tua Sejak Lahir Akhirnya Meninggal Dunia di Usia 28 Tahun

Jay Wijayanto • Senin, 7 Oktober 2024 | 21:26 WIB
Potret Sammy Basso semasa hidupnya mensosialisasikan Progeria ke berbagai negara.
Potret Sammy Basso semasa hidupnya mensosialisasikan Progeria ke berbagai negara.

RADAR SURABAYA – Sammy Basso, seorang penyitas penyakit langka progeria yang dikenal menyebabkan penuaan dini, meninggal dunia di usianya ke 28 tahun. Kabar duka ini disampaikan oleh Asosiasi Progeria Italia pada Minggu (6/10).

Sammy tercatat sebagai penyitas terlama penyakit genetik yang sangat langka di dunia ini.

Progeria, atau sindrom Hutchinson-Gilford Progeria Syndrom (HGPS), adalah kondisi genetik yang menyebabkan seseorang menua dengan cepat.

Orang-orang yang mengidap progeria akan tampak jauh lebih tua dari usia mereka yang sebenarnya dan kualitas hidup yang cenderung lebih rendah dari yang seharusnya.

Harapan hidup rata-rata penderita progeria adalah 13,5 tahun saja jika tanpa pengobatan.

Penyakit ini sangat jarang terjadi karena perbandingannya hanya menyerang satu dari setiap 8 juta orang yang lahir, dan hanya terjadi pada satu dari setiap 20 juta orang di seluruh dunia.

Sammy lahir pada tahun 1995 di Schio, Veneto, Italia Utara, dan didiagnosis menderita progeria saat berusia dua tahun.

Pada tahun 2005, ia bersama orang tuanya mendirikan Asosiasi Progeria Italia. Organisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang penyakit progeria serta mendukung penelitian untuk memperpanjang harapan hidup para pengidap penyakit tersebut.

Sammy Basso mulai dikenal secara luas melalui dokumenter Sammy’s Journey yang ditayangkan di National Geographic.

Film dokumenter tersebut mengisahkan perjalanannya melintasi Route 66 di Amerika Serikat, dari Chicago hingga Los Angeles, bersama orang tuanya dan sahabatnya, Riccardo.

Melalui dokumenter ini, Sammy tidak hanya membagikan kisah hidupnya, tetapi juga memperlihatkan kekuatan dan semangat hidupnya meski menghadapi penyakit langka yang sangat membatasi fisiknya.

“5 Oktober2024 - hari ini cahaya kami, bimbingan kami, padam. Terima kasih Sammy telah menjadikan kami bagian dari kehidupan yang indah ini. Kami menahan diri di sekitar keluarga dan teman-teman dalam menghormati kesedihan pada saat berkabung yang sulit ini,” tulis Asosiasi Progeria Italia Sammy Basso di laman facebook resmi mereka.

Progeria merupakan penyakit yang sangat langka dengan hanya 130 kasus yang diketahui di seluruh dunia. Dari jumlah tersebut, empat kasus ditemukan di Italia.

Meski demikian, Asosiasi Progeria Italia memperkirakan bahwa ada hingga 350 kasus yang mungkin tidak terdeteksi, terutama di negara-negara berkembang yang memiliki akses terbatas ke fasilitas medis.

Penyebab progeria sendiri adalah karena terjadinya mutassi pada gen lamin A (LMNA) yang berperan penting dalam menjaga stabilitas sel.

Mutasi ini menghasilkan protein cacat yang disebut progerin, yang menyebabkan penuaan sel-sel tubuh secara dini.

Walaupun progeria tidak diturunkan secara genetik, perubahan ini terjadi secara acak dan tidak dapat diprediksi.

Kehidupan penderita progeria umumnya mengalami berbagai tantangan medis yang serius, seperti serangan jantung dan stroke, yang seringkali menjadi penyebab utama kematian.

Sebagian besar penderita biasanya meninggal di usia remaja, namun beberapa di antaranya, seperti Sammy Basso mampu bertahan lebih lama dengan dukungan pengobatan dan perawatan medis.

Meskipun hidup dengan keterbatasan fisik yang berat, Sammy Basso berhasil menginspirasi banyak orang dengan kisah hidupnya yang luar biasa.

Kepergiannya adalah kehilangan besar, terutama bagi komunitas progeria di seluruh dunia yang melihatnya sebagai simbol harapan bahwa pengidap progeria bisa hidup lebih lama. (aul/mag/jay)

 

 

Editor : Jay Wijayanto
#penuaan dini #italia #sammy baso #Progeria