RADAR SURABAYA – Pangeran Hisahito, keponakan Kaisar Jepang Naruhito, baru saja menginjak usia 18 tahun pada Jumat (6/9) lalu.
Setelah penantian 39 tahun lamanya, Hisahito menjadi laki-laki dewasa pertama dalam keluarga kekaisaran Jepang.
Ini memupus isu ketakutan punahnya pewaris takhta salah satu kekaisaran tertua di bumi ini.
Jepang mengalami penurunan kelahiran yang cukup drastis setiap tahunnya. Negara ini mencetak rekor kelahiran terendahnya dalam 90 tahun terakhir.
Rupanya hal ini juga melanda keluarga kekaisaran, dimana krisis populasi berdampak pada siapakah penerus berikutnya setelah Kaisar Naruhito, mengingat sedikitnya jumlah putra mahkota.
Sebelumnya, Kaisar Naruhito diketahui memiliki seorang putri bernama Aiko setelah sekian lama menikah.
Hal ini membuat kontroversi besar terkait penerus takhta, dimana kekaisaran Jepang dikenal sebagai pemerintahan yang patriarkis
Dikutip dari Undang-Undang Rumah Kekaisaran 1947, pewaris takhta dibatasi pada laki-laki yang memiliki darah kaisar dari pihak ayah.
Sedangkan perempuan bangsawan yang menikah dengan rakyat jelata dianggap telah meninggalkan keluarga kekaisaran.
Wacana untuk pergantian ahli waris menurut usia, dan bukan gender sempat menjadi berita hangat, mengingat keterbatasan calon pewaris tahta.
Puncaknya pada 11 Juli 2008, Naruhito meminta pemahaman publik karena isterinya Masako mengalami gangguan kejiwaan akibat berusaha melahirkan ahli waris laki-laki.
Namun kini, harapan penerus takhta laki-laki mulai mendapatkan angin segar, Hisahito putra satu-satunya dari Pangeran Akishino dan Putri Kiko, kini genap berusia 18 tahun.
Profil Pangeran Hisahito dan Silsilah Keluarga
Hisahito dari Akishino (Akishino no miya Hisahito shinnō denka) lahir 6 September 2006, di Rumah Sakit Aiiku, Tokyo, merupakan anak ketiga dan putra satu-satunya Pangeran Fumihito dan Putri Kiko, serta merupakan keponakan kaisar Naruhito.
Pangeran Hisahito memiliki dua orang kakak perempuan, yaitu Putri Mako dan Putri Kako. Diketahui pada tahun 2021, Putri Mako telah melepas gelar bangsawannya dengan menikahi rakyat biasa.
Editor : Jay Wijayanto