RADAR SURABAYA-Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengajukan 'protes; atas penyerbuan terhadap kompleks Masjid Al Aqsa oleh ratusan warga Israel radikal yang disebut sebagai perbuatan yang ‘tidak dapat diterima’.
Hal tersebut disampaikan Wakil Juru Bicara Kementrian Luar Negeri AS, Vedan Patel, kepada wartawan.
"Biarkan saya mengatakan dengan jelas bahwa Amerika Serikat dengan tegas mendukung pelestarian status quo historis terkait situs-situs suci di Yerusalem," ungkapnya.
"Tindakan sepihak seperti ini yang membahayakan status quo tersebut adalah tidak dapat diterima," tandasnya lagi.
Pernyataan itu disampaikan Patel setelah pemukim ilegal Israel yang disertai Menteri Keamanan Nasional dari sayap kanan, Itamar Ben-Gvir, menteri dari partai Otzma Yehudit, Yitzhak Wasserlauf, dan anggota Knesset dari Partai Likud, Amit Halevi, menyerbu kompleks Masjid Al Aqsa.
Hal itu mereka lakukan untuk memperingati Tisha B'Av, hari puasa tahunan Yahudi yang menandai terjadinya beberapa bencana dalam sejarah Yahudi.
"Dan tidak hanya itu yang tidak dapat diterima, tetapi juga mengalihkan perhatian dari apa yang kami anggap sebagai waktu yang krusial saat kami bekerja untuk menyelesaikan kesepakatan gencatan senjata ini," katanya.
"(Tindakan) Itu mengalihkan perhatian dari tujuan yang telah kami nyatakan untuk wilayah tersebut, yaitu solusi dua negara, negara Palestina dan negara Israel yang berdampingan, hidup dengan martabat dan harmoni," kata Patel. (ant/nug)
Editor : Jay Wijayanto