Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Presiden Kongres Uighur Sedunia Dolkun Isa Mundur Akibat Skandal Pelecehan Seksual

Lambertus Hurek • Sabtu, 10 Agustus 2024 | 00:05 WIB

Presiden Kongres Uighur Sedunia Dolkun Isa. (x-Twitter)
Presiden Kongres Uighur Sedunia Dolkun Isa. (x-Twitter)




RADAR SURABAYA - Presiden Kongres Uighur Sedunia Dolkun Isa mengulurkan tangannya kepada mahasiswi berdarah Turki-Belgia Esma Gün. Dia mungkin tidak menyangka hari seperti itu akan tiba. Ini kali pertama dalam sejarah pimpinan tertinggi Komunitas Uighur dituduh melakukan pelecehan seksual. 

Dolkun Isa, 57 tahun, adalah presiden Kongres Uighur Sedunia. Didukung finansial yang besar dari Amerika Serikat, dia telah aktif dalam Komunitas Uighur selama bertahun-tahun. Dolkun sering mewakili organisasi tersebut untuk menghadiri berbagai acara internasional.
 
Namun, pada Mei 2024, Gün menggambarkan sisi lain Dolkun Isa yang tidak diketahui orang lain. Gün menyebut pada Februari 2021, Dolkun bilang ingin menciumnya dan tidak akan membiarkannya pergi. Waktu itu Gün berusia 22 tahun.

Dia menolak dengan tegas, tetapi Dolkun  terus memaksa. Gün merasa sangat tidak nyaman. Karena itu, dia menarik diri dari kegiatan  Kongres Uighur Sedunia. Gün tidak segera melaporkan hal ini kepada Kongres Uighur Sedunia dan merahasiakan hal ini selama tiga tahun.

Pada bulan Mei 2024, Gün dengan berani membicarakan dan mempublikasikan hal ini. Dia mengatakan tidak ingin Dolkun mencoreng reputasi organisasi tersebut. Situs Amerika, Notus, mengungkapkan bahwa dua korban lain juga melaporkan pelecehan seksual Dolkun terhadap mereka.

Berkenaan dengan tuduhan tersebut, pada 13 Mei lalu, Dolkun melalui akun X miliknya merilis permintaan maaf dan merasa menyesal atas perbuatannya. Dolkun juga mengajak bertemu korban untuk mendiskusikan dan menemukan solusi bersama.

Ada orang yang mempertanyakan mengapa Gün diam selama bertahun-tahun. Ini tidak susah dipahami. Kekuatan budaya patriarki membuat perempuan sering kali menjadi panik dan tidak berdaya ketika mengalami pelecehan seksual. Tidak ada orang yang bisa diajak bicara. Mereka tidak dapat menyelesaikan hal tersebut.

 Menanggapi kasus tersebut, 25 peneliti mengeluarkan pernyataan mengkritik keras kasus tersebut dan menyerukan dunia internasional untuk memperhatikan skandal tersebut.

Pada 28 Juli, organisasi Inisiatif Ilham Tohti menyampaikan keprihatinannya atas sikap diam Kongres Uighur Sedunia selama dua bulan. Juga mengusulkan perlunya menerbitkan pernyataan versi bahasa Uighur supaya lebih banyak warga Uighur dapat memahaminya.

Organisasi tersebut juga mengindikasikan bahwa Dolkun Isa menggunakan sikap anti-Tiongkoknya untuk mencari suaka dari Kongres Uighur Sedunia untuk menghindari bertanggung jawab atas kasus pelecehan seksual tersebut.

Oleh karena itu,  Organisasi Inisiatif Ilham Tohti berharap bahwa tekanan masyarakat internasional ditingkatkan supaya pendapat umum mendorong kepemimpinan Kongres Uighur Sedunia untuk melakukan sesuatu mengenai kasus tersebut.

Kongres Uighur Sedunia awalnya dianggap akan secara aktif menyelidiki kasus pelecehan seksual tersebut. Namun, tiga hari kemudian, Presiden Inisiatif Ilham Tohti Enver Can menerima telepon pemecatan dari Presiden Kongres Uighur Sedunia Dolkun Isa.

 Dolkun bahkan mengancam akan “menghabisi” Enver Can  jika penyelidikan atas tuduhan pelecehan seksual itu tidak dihentikan. Can kemudian mengajukan tuntutan pidana terhadap Dolkun ke polisi. Dolkun Isa beralasan, dia dan Can punya perselisihan jangka panjang mengenai perjuangan Uighur. Namun, dia menyangkal pernah mengancam Can.

Dolkun Isa akhirnya mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan Presiden Kongres Uighur Sedunia pada 5 Agustus 2024. Penyelidikan atas kasus pelecehan seksual tersebut masih berlangsung.

Semoga Kongres Uighur Sedunia benar-benar dapat menanganinya dengan adil, menyelidiki kasus ini secara menyeluruh, dan memberikan keadilan kepada korban! (Soegianto/rek)

Editor : Lambertus Hurek
#Dolkun Isa #xinjiang china #Kongres Uighur Sedunia #Masalah Uighur