Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Joe Biden Mundur dari Calon Presiden AS, Dukung Wakilnya Kamala Harris sebagai Pengganti

Jay Wijayanto • Senin, 22 Juli 2024 | 18:23 WIB
Presiden Joe Biden mundur dari pencalonan Presiden AS dan mendukung wapres Kamala Harris sebagai penggantinya.
Presiden Joe Biden mundur dari pencalonan Presiden AS dan mendukung wapres Kamala Harris sebagai penggantinya.

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Joe Biden, Minggu (21/7), mengumumkan mundur sebagai calon presiden dari Partai Demokrat untuk pemilihan presiden (Pilpres) Amerika Serikat 2024.

Sebagai gantinya, ia mendukung wakil presiden AS Kamala Harris untuk maju sebagai capres dari Partai Demokrat menantang Donald Trump dari Partai Republik.

"Saya telah memutuskan untuk tidak menerima nominasi tersebut dan memfokuskan seluruh energi saya kepada tugas saya sebagai Presiden selama sisa masa jabatan saya," kata Biden lewat kanal media sosial X resminya @JoeBiden yang dipantau di Jakarta, Senin (22/7).

Biden pun mengumumkan dukungannya untuk Kamala Harris yang akan menggantikannya sebagai capres Partai Demokrat. "Hari ini saya ingin memberikan dukungan penuh saya agar Kamala menjadi calon partai kita tahun ini," tambah Biden dalam pesannya di X.

Pengumuman tersebut menjadi momen yang menutup serangkaian cerita yang ada sejak debat Biden dengan kandidat lawannya, Donald Trump. 

Pada 27 Juni, Biden, yang berusia 81 tahun terlihat bingung dan tidak koheren sepanjang debat pertamanya dengan Donald Trump yang berusia 78 tahun. Kondisi itu memperkuat kekhawatiran calon pemilih tentang kemampuan kognitifnya.

Kinerja buruknya selama memimpin AS pada 4 tahun terakhir juga telah menyebabkan beberapa politisi Demokrat dan donatur menyerukan agar dia dihapus dari daftar calon presiden AS.

Konvensi Nasional Demokrat untuk menentukan capres dijadwalkan akan berlangsung di Chicago pada 19-22 Agustus 2024. 

Sementara itu, Kamala Harris menyatakan siap mencalonkan diri sebagai presiden AS menggantikan Joe Biden yang mengumumkan mundur dari pencalonan.

“Saya merasa terhormat atas dukungan dari Presiden Biden, dan saya berniat mendapatkan dan memenangi nominasi (dari Partai Demokrat),” ucap Harris dalam pernyataan di media sosial X, dipantau di Jakarta pada Senin pagi.

Harris juga mengucapkan terima kasih atas kepemimpinan luar biasa Biden sebagai Presiden AS dan atas jasa-jasanya kepada negara sepanjang beberapa dasawarsa.

“Saya akan melakukan segala yang dapat saya lakukan untuk menyatukan Partai Demokrat – dan menyatukan negara kita – untuk mengalahkan Donald Trump dan proyek ekstremnya,” kata dia.

Menyusul Biden, pasangan mantan Presiden AS Bill Clinton dan mantan Menlu AS yang juga mantan kandidat capres dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, sebagai figur penting di Partai Demokrat langsung menyatakan dukungan kepada Harris.

“Kami merasa terhormat untuk mendukung Wakil Presiden Harris dan akan melakukan apapun yang kami bisa untuk mendukungnya,” ucap Clinton dalam pernyataannya di media sosial X.

Sementara itu, mantan Presiden AS Barack Obama belum secara gamblang menyatakan dukungan kepada Harris. Dalam pernyataannya, Obama hanya menyampaikan dukungan atas keputusan mantan wakil presidennya itu mundur sebagai capres.

“Saya yakin, bagi dia yang memahami kondisi politik sekarang dan lantas memutuskan bahwa dia harus meneruskan estafet kepemimpinan kepada calon lain, merupakan salah satu keputusan tersulit dalam hidupnya,” ucap Obama.

Pernyataan Biden mengakhiri spekulasi atas nasib pencalonannya untuk masa jabatan kedua, khususnya setelah performanya dinilai buruk dalam debat pilpres pertama melawan Donald Trump, yang telah resmi menjadi capres dari Partai Republik, akhir Juni lalu.

Hal tersebut menyebabkan beberapa politisi Partai Demokrat dan donatur besar menyerukan supaya dia menarik diri dari pencalonan sebagai presiden AS.

Meski telah mengantongi dukungan dari Biden, Harris tak otomatis resmi menjadi calon presiden dari Partai Demokrat. Sebab, konvensi nasional partai untuk menentukan calon presiden dijadwalkan baru akan digelar pada 19-22 Agustus 2024 di Chicago. (jpc/ant/jay)

Editor : Jay Wijayanto
#kamala harris #joe biden #pilpres as #presiden as