RADAR SURABAYA - Penculikan massal anak sekolah oleh orang-orang bersenjata kembali terjadi di Nigeria, Sabtu (9/3), pukul 01.00 waktu setempat.
Apabila peristiwa penculikan pada Kamis (7/3) menyasar 287 anak sekolah di negara bagian Kaduna sebagai korban, kini angka korban telah bertambah.
Hingga lebih dari 300 anak setelah diculiknya 15 anak-anak dari sebuah sekolah Islam di negara bagian Sokoto dalam kondisi sedang tidur.
Penculikan yang memakan korban dari anak-anak sekolah hingga wanita ini memperkuat kenyataan tentang buruknya keamanan yang dimiliki negara yang paling padat penduduk di Afrika itu.
Hingga saat ini, upaya pencarian korban penculikan sedang dilakukan oleh polisi.
“Kami menangis, meminta bantuan kepada pemerintah dan Tuhan, namun hanya orang-orang bersenjata itu lah yang memutuskan untuk memulangkan anak kami atau tidak,” ucap Lawan Yaro, seorang penduduk yang lima cucunya diculik, dikutip dari cbsnews.
Wakil Presiden Nigeria Kashim Shettima meyakinkan para wali murid korban negara bagian Kaduna tentang upaya penyelamatan anak-anak mereka oleh pihak keamanan pada Sabtu lalu.
Belum ada pihak yang dinyatakan sebagai tersagka untuk kasus penculikan besar ini.
Namun beberapa oknum dicurigai oleh warga setempat karena kesamaan pola yang dilakukan oleh penculikan pekan ini dengan penculikan yang terjadi sejak tahun 2014 lalu, dimana 1.400 anak telah menjadi korban. (sha/opi)
Editor : Nofilawati Anisa