Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Ahli PBB Prihatin atas Kejahatan Seksual pada Wanita dan Anak-anak Palestina oleh Tentara Israel

Jay Wijayanto • Jumat, 23 Februari 2024 | 00:49 WIB
Dua bocah Palestina di Gaza berjalan di antara reruntuhan bangunan yang hancur dibombardir militer Israel.
Dua bocah Palestina di Gaza berjalan di antara reruntuhan bangunan yang hancur dibombardir militer Israel.

JENEWA-Para ahli Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak dilakukannya penyelidikan atas apa yang mereka sebut sebagai "tuduhan yang kredibel" atas pelanggaran hak asasi manusia yang parah" terhadap perempuan dan anak perempuan Palestina di Gaza dan Tepi Barat oleh tentara zionis Israel.

Tuduhan tersebut berkisar dari kasus pembunuhan di luar hukum, penahanan sewenang-wenang, dan perlakuan yang merendahkan martabat hingga pemerkosaan dan kekerasan seksual pada kaum perempuan.

Klaim-klaim ini diuraikan dalam sebuah pernyataan dari Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia yang dirilis di Jenewa, Swiss, Senin.

Para ahli PBB mengatakan bahwa mereka terkejut dengan laporan-laporan mengenai penargetan yang disengaja dan pembunuhan di luar hukum terhadap perempuan dan anak-anak Palestina di tempat-tempat di mana mereka mencari perlindungan, atau ketika melarikan diri.

"Beberapa dari mereka dilaporkan memegang kain putih ketika mereka dibunuh oleh tentara Israel atau pasukan yang berafiliasi dengannya," tulis pernyataan itu.

Meskipun metode investigasi yang mereka lakukan tidak diungkapkan secara spesifik, namun mereka mengaku mengutip laporan-laporan yang menyebutkan bahwa tentara Israel diduga memotret para tahanan wanita dalam kondisi yang memalukan dan kemudian menyebarkan gambar-gambar tersebut secara online.

Namun, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menolak tuduhan tersebut dan menegaskan komitmen mereka terhadap hukum internasional.

Dalam sebuah pernyataan kepada CNN, IDF menjelaskan bahwa, "Tanpa rincian atau bukti spesifik mengenai kasus-kasus individual, tidak mungkin bagi mereka untuk menyelidikinya secara menyeluruh."

Perwakilan Israel di PBB di Jenewa dengan tegas menolak tuduhan dari kelompok ahli PBB tersebut, dan menyebutnya sebagai "tidak berdasar dan tercela."

Mereka menyatakan bahwa tidak ada keluhan pelanggaran yang telah diterima dan telah ditekankan "kesediaan Israel untuk diselidiki setiap klaim spesifik pelanggaran oleh pasukan keamanannya asalkan ada tuduhan dan bukti yang kredibel."

Ketika ditanyai oleh CNN mengenai permintaan para ahli PBB untuk melakukan penyelidikan independen, kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu malah menunjuk pada pernyataan resmi Israel tersebut.

Para Ahli PBB menyatakan bahwa, Israel meluncurkan serangan ke Gaza setelah serangan yang dipimpin oleh Hamas dari wilayah Palestina ke Israel pada 7 Oktober 2023 mengakibatkan setidaknya 1.139 kematian, menurut perhitungan Al Jazeera berdasarkan angka resmi Israel. Sementara sekitar 250 orang lainnya ditangkap dan dibawa ke Gaza sebagai sandera.

Israel kemudian merespons aksi ini dengan serangan udara dan invasi darat ke Gaza dan meluas ke wilayah-wilayah Palestina lainnya, hingga menyebabkan lebih dari 80 penduduk penduduk Gaza mengungsi dan meninggalkan sebagian besar wilayah dalam kehancuran.

Otoritas Palestina melaporkan telah lebih dari 29.000 orang warganya telah tewas akibat serangan Israel yang membabi buta. Mayoritas dari para korban adalah wanita dan anak-anak.  

Di Tepi Barat yang diduduki dan Yerusalem Timur, pasukan Israel juga telah meningkatkan serangan sejak 7 Oktober yang menewaskan ratusan warga Palestina dan menahan ribuan lainnya.

Dengan adanya pelanggaran berat yang telah dilakukan oleh militer Israel terhadap Palestina, para ahli PBB menyatakan keperhatinannya atas penahanan sewenang-wenang dan kekerasan seksual terhadap wanita, termasuk juga pembunuhan terhadap pembela hak asasi manusia, wartawan maupun para pekerja di Gaza dan Tepi Barat.

Banyak dari mereka mendapat perlakuan yang manusiawi seperti tidak diberi makanan, wanita tidak diberi pembalut, bahkan mengalami pemukulan yang berat.

Menurut para ahli, "dengan adanya laporan tentang pelanggaran HAM dan kekerasan seksual yang dilakukan oleh Israel terhadap perempuan atau anak-anak Palestina, merasa sangat prihatin ketika mendapat laporan tersebut."

"Mereka yang terlibat dalam kejahatan akan dimintai pertanggungjawaban atas kekerasan dan kerugian kepada korban dan para keluarga korban sebagai ganti rugi dan keadilan penuh." (jaz/mg1/jay)

Editor : Jay Wijayanto
#palestina #gaza #Israel #tepi barat #pbb #zionis #Hak Asasi Manusia