RADAR SURABAYA - Satu orang tewas dan setidaknya 21 orang lainnya luka-luka dalam penembakan yang terjadi di Missouri.
Kejadian mengejutkan ini terjadi pada akhir parade kemenangan tim Kansas City Chiefs di Super Bowl VIII.
Penembakan terjadi di Stasiun Union, saat parade berakhir pada pukul 14.00, Rabu (14/2) waktu setempat.
Saat itu ribuan fans berkumpul untuk menyaksikan perayaan.
Media lokal melaporkan para pemain Kansas City Chiefs masih berada di atas panggung ketika penembakan terjadi.
Kepala Kepolisian Kansas City Stacey Graves mengatakan, para petugas segera merespons setelah suara tembakan terdengar.
Para detektif yang berada di tempat kejadian dengan cepat membuka penyelidikan.
Pemadam kebakaran juga segera bertindak, memberikan bantuan kepada korban yang terluka.
Pada konferensi pers, Rabu (14/2), Graves menjelaskan bahwa total ada tiga tersangka dalam kasus ini.
“Satu tersangka ditangkap setelah dikejar polisi tak lama setelah penembakan terjadi,” ungkapnya dikutip dari BBC.
Graves menambahkan bahwa kepolisian setempat masih menyelidiki motif penembakan tersebut.
“Saya marah dengan apa yang terjadi hari ini,” lanjut Graves.
“Orang-orang yang datang ke perayaan ini seharusnya mengharapkan lingkungan yang aman,” sambungnya.
CBS News, Rabu (14/2) melaporkan, seorang informan penegak hukum mengatakan bahwa penembakan tersebut mungkin merupakan hasil dari sebuah pertengkaran atau perselisihan yang berubah menjadi kekerasan.
Tak ada kaitannya dengan terorisme. Namun hal tersebut masih spekulasi.
Sebuah stasiun radio lokal mengatakan bahwa salah satu penyiarnya, Lisa Lopez, tewas dalam penembakan tersebut.
“Para korban yang selamat diangkut ke tiga rumah sakit setempat,” ujar pihak berwenang setempat.
Kasus-kasus yang mengancam jiwa memang segera dibawa ke rumah sakit dalam waktu 10 menit setelah penembakan.
“Sembilan anak berusia 6 hingga 15 tahun yang mengalami luka tembak, dirawat di Rumah Sakit Children's Mercy,” pungkas kepala perawat Stephanie Meyer.
Rumah sakit setempat mengatakan bahwa mereka juga merawat orang-orang yang tidak tertembak, namun mengalami luka-luka lain dalam penyerbuan mendadak yang terjadi setelah penembakan.
Para pejabat kota tidak merilis nama-nama korban.
Mereka juga tidak memberikan informasi mengenai para tersangka yang telah ditangkap.
Termasuk apa yang mungkin menyebabkan penembakan tersebut.
Wali Kota Kansas City Quinton Lucas mengatakan, ia berlari ke tempat yang aman ketika mendengar suara tembakan.
Dia berterima kasih kepada petugas penegak hukum atas respons cepat mereka dan karena “berlari menuju bahaya.”
Lucas menjelaskan bahwa lebih dari 800 petugas polisi dikerahkan untuk pawai tersebut.
“Saya patah hati,” kata Lucas pada konferensi pers.
“Saya tidak ingin kita harus, di negara kita, untuk setiap acara besar, berpikir tentang kekhawatiran akan ditembak,” lanjutnya. (nad/opi)
Editor : Nofilawati Anisa