RADAR SURABAYA - Aksi penembakan dilakukan oleh seorang wanita, di Gereja Lakewood milik selebriti terkenal Joel Osteen di Houston, Amerika Serikat, Minggu (11/2) waktu setempat.
Tersangka pelaku yang diidentifikasi sebagai Genesse Ivonne Moreno memasuki Gereja Lakewood, dengan mengenakan jas hujan dan ransel.
Perempuan beruia 36 tahun itu dating bersama putranya yang baru berusia tujuh tahun.
Hingga kini kasus penembakan tersebut belum menemukan titik terang
Sementara si anak laki-laki juga masih dirawat di rumah sakit anak di Houston.
Kepala Kepolisian Houston, Troy Finner, dalam konferensi pers pada Minggu sore mengatakan perempuan itu membawa senjata laras Panjang.
Ia langsung melepaskan tembakan ke arah jemaat gereja.
Petugas penegak hukum yang ada di lokasi membalas tembakan tersangka pelaku, yang juga mengenai putranya yang kini berada dalam kondisi kritis.
Moreno tewas dalam baku tembak dengan petugas keamanan di gereja itu.
Sementara seorang laki-laki, 50, yang mengalami luka tembak di pinggul kini telah diizinkan pulang dari rumah sakit.
Sebelum tertembak, tersangka Moreno sempat mengancam bahwa dia memiliki bom.
Namun tidak ditemukan bom di kendaraan dan tasnya setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak berwenang.
Pemadam kebakaran pun telah diturunkan untuk mengamankan gereja.
“Saat ini, saya dapat mengatakan bahwa kami belum menemukan apapun yang menjadi sumber keresahan warga di sekitar lokasi ini, tetapi kami akan menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya untuk memastikan bahwa kami telah mengamankan seluruh aspek,” ungkap kepala pemadam kebakaran setempat dikutip dari Time.
Alasan dibalik aksi penembakan Moreno masih menjadi tanda tanya.
Untuk saat ini, Moreno ditemukan memiliki catatan pidana dan masalah kesehatan mental.
Hal ini diungkap oleh Komandan Bagian Pembunuhan Houston Christopher Hassig, Senin (12/2).
Hassig mengatakan bahwa dari catatan Departemen Keamanan Publik Texas, Moreno sempat ditangkap dan sempat menjalani hukuman ringan atas kepemilikan ganja, penyerangan, kepemilikan senjata secara illegal, penolakan penangkapan, dan tuduhan pemalsuan.
Beberapa saat kemudian, polisi berasumsi bahwa Moreno beraksi atas dirinya sendiri dan bukan merupakan bagian dari komunitas manapun. (sha/opi)
Editor : Nofilawati Anisa