Hotel Flores Surabaya juga memiliki ruang untuk resepsi pernikahan yang disewakan. Tentu tempat seperti ini tergolong mewah di zamannya dulu.
Rahmat Sudrajat/Wartawan Radar Surabaya
Menurut cucu Moch Achijat, Alki Kiraamim, dahulu selain sebagai tempat untuk menginap para tamu, di hotel tersebut juga disediakan ruangan yang disewakan untuk hajatan seperti resepsi pernikahan.
"Hotel ini meski tergolong hotel bintang satu tapi lengkap. Ada ruangan untuk resepsi pernikahan juga," ujar Alki kepada Radar Surabaya.
Ruangan tersebut juga digunakan untuk rapat-rapat instansi dari pemerintahan.
Hotel tersebut juga menjalin kerja sama dengan instansi pemerintahan untuk agenda rapat maupun menginap di Hotel Flores.
"Jadi dulu ada kerja sama dengan instansi pemerintahan. Dan sering dibuat untuk rapat," tuturnya.
Tentu Hotel Flores sangat laku di zamannya. Bahkan keuntungan dalam pengelolaan hotel juga berlipat.
Sehingga digunakan oleh pemiliknya, Moch Achijat untuk melakukan pembangunan hotel dan menambah fasilitas.
"Karena saking seringnya dibangun atau direnovasi berkali-kali sampai orang bilang seperti kandang bubrah (salah satu jenis pesughan, Red). Ya karena kakek saya ingin hotel ini berkembang terus sehingga dilakukan perubahan dan nyatanya berhasil banyak tamu dan untung," ujar Alki.
Hotel Flores juga mempunyai kenangan manis bagi artis, turis mancanegara hingga bagi para pejabat.
Bahkan tempat tersebut sering menjadi pertemuan rapat rahasia dalam menentukan kepemimpinan.
"Ya karena dulu memang di Hotel Flores ini aman tempatnya jadi sering kali pejabat pejabat mengadakan rapat khusus di tempat ini," jelasnya.
Menurut Alki, Moch Achijat sering mengadakan pertemuan silahturahmi bersama dengan rekan-rekan sesama pejuang.
"Kakek saya kan memang orangnya suka bergaul jadi sering ngadakan silahturahmi kecil-kecilan di hotel," pungkasnya. (bersambung/nur)
Editor : Nofilawati Anisa