RADAR SURABAYA - Taman Hiburan Rakyat Surabaya (THR) dan Taman Remaja Surabaya (TRS) pernah menjadi pusat hiburan paling semarak di Kota Pahlawan pada era 1980-an. Bukan hanya pertunjukan seni tradisional seperti ludruk, ketoprak, hingga lawak Srimulat, kawasan ini juga memiliki daya tarik besar lewat keberadaan bioskop yang selalu ramai pengunjung.
Eko Budiono, warga Jalan Ngaglik, mengenang masa kecilnya yang lekat dengan suasana THR. Rumahnya yang berada tepat di dekat lokasi membuatnya hampir setiap hari keluar masuk kawasan hiburan tersebut.
Baca Juga: Squash Masuk PON 2028, PSI Jatim Tancap Gas Siapkan Atlet dan Infrastruktur
“Kenangan masa kecil saya banyak sekali di THR ini. Dulu siang hari saya bebas keluar masuk, tapi kalau malam harus beli karcis,” ujarnya.
Ia menceritakan, di bagian depan kawasan terdapat gedung bioskop utama yang menjadi magnet pengunjung. Selain itu, ada pula panggung besar untuk pertunjukan musik, serta deretan gedung kesenian di bagian belakang seperti wayang orang Sri Wandowo dan Srimulat Surabaya yang sangat populer kala itu.
Tidak hanya itu, kawasan THR juga diramaikan lapak penjual suvenir tradisional, mulai dari topeng, alat musik kolintang, hingga kerajinan keris dan busana tradisional. Semua berpadu menciptakan suasana hiburan yang lengkap dan merakyat.
Menurut Eko, salah satu daya tarik terbesar THR dan TRS adalah bioskopnya. Ia menyebut, setiap hari antrean tiket bisa mengular panjang, menandakan betapa besarnya minat masyarakat Surabaya terhadap hiburan film pada masa itu.
“Setiap hari orang antre tiket panjang sekali. Waktu itu masyarakat Surabaya benar-benar haus hiburan nonton film,” kenangnya.
Baca Juga: Squash Masuk PON 2028, PSI Jatim Tancap Gas Siapkan Atlet dan Infrastruktur
Momen yang paling diingat adalah saat pemutaran film perdana “Badai di Awal Bahagia” yang dibintangi oleh Rhoma Irama pada tahun 1983. Kala itu, penonton memadati bioskop hingga penuh sesak.
Film-film Rhoma Irama memang dikenal selalu booming dan menjadi magnet besar bagi penonton. Tak heran, bioskop di TRS yang dikenal sebagai Bioskop Star--bioskop kelas A pada masanya--kerap dipenuhi warga yang ingin menikmati hiburan layar lebar.
Kini, kejayaan THR dan TRS tinggal kenangan. Namun bagi warga Surabaya yang pernah merasakannya, tempat ini bukan sekadar lokasi hiburan, melainkan bagian penting dari perjalanan budaya dan kehidupan sosial kota. (*)
Editor : Lambertus Hurek