RADAR SURABAYA - Tembok kota Surabaya pernah berperan sebagai sarana pertahanan.
Bahkan pernah ditemukan meriam sebagai bukti peran Surabaya sebagai pusat kota dengan sistem pertahanan yang kuat.
Baca Juga: Momen Liburan Lisa BLACKPINK di Bali, Dari Pantai hingga Petualangan Outdoor
Menurut pegiat sejarah Surabaya, Nanang Purwono, kompleks bengkel artileri di Jalan Kebalen ini sebenarnya hanya salah satu dari sejumlah gedung yang ada di lingkungan dalam tembok kota untuk mendukung infrastruktur kemiliteran pada masa itu.
"Di kompleks ini juga terdapat rumah yang indah dan bangunan samping bagi kepala atau konstruktur dan dua kantor juru tulis yang nilainya 35.000 ringgit atau f26.250. Jadi semuanya f28.069,32," tutur Nanang, Minggu (29/3).
Biaya pembangunan kompleks utama ditaksir sekitar 2.426 ringgit Belanda atau f1.819,32, sebagaimana terungkap dalam laporan juru taksir D. Barbier dan C.F. Erentreich kepada S. Gibbs, Kolonel dan Komisaris Ujung Timur Jawa.
Baca Juga: Balai Pemuda Disiapkan Jadi Rumah Bersama Seniman, Dewan Kebudayaan Surabaya Jadi Jembatan Baru
Bengkel konstruksi di lahan terbuka seluas 1.213 roed persegi dan 6 kaki terletak di aliran barat sungai besar, dengan perbatasan di utara dengan bengkel perlengkapan lama, di selatan dengan galangan kapal kayu baru, dan di sebelah barat dengan Heerenstraat.
Pembangunan bengkel konstruksi militer di Jalan Kebalen tersebut merupakan bagian dari rencana Daendels untuk menjadikan Surabaya sebagai pusat pertahanan melawan musuh dari luar.
Baca Juga: Dukung Aksi Earth Hour, Artotel TS Surabaya Ajak Tamu Hotel Switch Off
Selain menambah dan memperkuat garnisun, Gubernur Jendral H.W. Daendels juga membuat pabrik peralatan dan kebutuhan perang. (rmt/opi)
Editor : Nofilawati Anisa