Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

12 Meriam Kuno yang Ditemukan di Jalan KebalenSurabaya Jadi Bukti Adanya Bengkel Artileri Belanda

Rahmat Sudrajat • Kamis, 26 Maret 2026 | 15:33 WIB
KARATAN: Penemuan meriam pada Februari 2008 di Jalan Nelayan dan Kebalen Surabaya, mempertegas posisi kawasan tersebut sebagai bengkel artileri zaman Belanda. (IST)
KARATAN: Penemuan meriam pada Februari 2008 di Jalan Nelayan dan Kebalen Surabaya, mempertegas posisi kawasan tersebut sebagai bengkel artileri zaman Belanda. (IST)

RADAR SURABAYA - Di awal bulan Februari 2008, sebanyak 12 pucuk meriam kuno ditemukan di lahan kosong milik PT. Telkom yang berlokasi di Jalan Nelayan Surabaya. 

Penemuan tersebut dilakukan oleh kelompok pemulung yang sering mengunjungi lahan yang terlantar itu.

Baca Juga: Pelaku Jambret tas di Jalan Kusuma Bangsa Surabaya Disidang, Sasar Perempuan Kendarai Motor Sendirian

Pegiat sejarah Surabaya, Nanang Purwono mengatakan, lahan kosong yang beralamat di Jalan Kebalen Surabaya ini seolah terasing dari gedung induk PT. Telkom. 

Selain letaknya di bagian pojok belakang (timur gedung utama), lahan ini juga penuh dengan semak belukar dan tanaman keres. 

“Bahkan di balik pintu gerbang yang menyekat lahan kosong dan halaman belakang PT. Telkom sering digunakan untuk membuang potongan dan sisa-sisa bangunan, sehingga menjadi tempat yang sering dikunjungi pemulung tanpa sepengetahuan pihak pemilik,” kata Nanang, Kamis (26/3).

Baca Juga: Mahasiswa FT Ubaya Ciptakan Sistem Rasaya untuk Pantau Kesehatan Mental Siswa, Begini Cara Kerjanya

Nanang mengaku dari penemuan tujuh pucuk meriam masih dalam keadaan utuh, meski ada beberapa yang pada bagian penyangga body meriam, telinga, sudah ada yang patah. 

"Sementara lima lainnya hanya tinggal bagian pangkalnya saja," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa jika semuanya dalam keadaan utuh, setiap meriam memiliki ukuran panjang yang hampir sama. 

Baca Juga: Dua Tahun Tanpa Anggaran, Ini Harapan DPRD pada Pemkot Surabaya Terkait Proyek SERR

"Ukuran panjangnya antara 2,75 – 3 meter dengan diameter pada bagian pangkal mencapai sekitar setengah meter. Ukuran yang tergolong besar ini sempat mendapat perhatian masyarakat dan menjadi pertanyaan beberapa kalangan mengenai asal usul dan sejarah benda artillery masa lalu ini," jelas Nanang.

Penemuan meriam kuno yang diyakini memiliki hubungan dengan masa perjuangan bangsa juga mengingatkan akan semangat kepahlawanan untuk mempertahankan harga diri dan kedaulatan. 

Jiwa dan raga para pejuang kala itu menjadi taruhan dan menjadi tembok-tembok serta benteng-benteng untuk melindungi kemerdekaan yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945.

Baca Juga: Keluhan Kesehatan Pemudik Kapal Laut di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Dominasi Maag, ISPA hingga Diare

Namun kini, meski sudah berada di alam kemerdekaan, tidak berarti bangsa terbebas dari bahaya. Justru ancaman dan bahaya semakin besar dan tidak transparan, bahkan musuh yang dihadapi kini ada pada diri setiap individu. 

"Musuh kita adalah diri sendiri. Musuh kita adalah hawa nafsu dan keserakahan," ujarnya.

Baca Juga: DPRD Jatim Minta WFH Rabu Tak Ganggu Layanan Publik, Sektor Pendidikan hingga PU Diminta Dikecualikan

Dengan demikian, penemuan meriam kuno tidak hanya menjadi bukti sejarah perjuangan, tetapi juga sebagai panggilan untuk melakukan introspeksi bersama terkait kualitas moral, keimanan, dan ketaqwaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di bawah naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (rmt/opi) 

 

Editor : Nofilawati Anisa
#Telkom #pemulung #surabaya #Era klasik #jalan #Kebalen #pertahanan #meriam #Pegiat #lahan #sejarah #NANANG PURWONO