Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Terungkap Jejak Bengkel Konstruksi Artileri Militer Belanda di Kebalen Surabaya

Rahmat Sudrajat • Rabu, 25 Maret 2026 | 17:20 WIB
FAKTA SEJARAH: Sebuah foto zaman dulu memperlihatkan pegawai yang ada di depan gudang konstruksi artileri militer Belanda. (IST)
FAKTA SEJARAH: Sebuah foto zaman dulu memperlihatkan pegawai yang ada di depan gudang konstruksi artileri militer Belanda. (IST)

RADAR SURABAYA - Surabaya, salah satu kota tertua di Pulau Jawa dan kawasan kepulauan Melayu, menyimpan jejak sejarah yang cukup panjang. 

Bermula dari perkampungan permanen di tepi sungai Kalimas pada pertengahan abad ke-9.

Baca Juga: Bursa Transfer Panas! MU vs Liverpool Berebut Alphonso Davies dari Bayern Munich

Perkampungan ini terletak di bagian depan Brantas yang kini menjadi wilayah administratif Kota Surabaya. 

Di tengahnya, tembok kota pernah berperan sebagai sarana pertahanan. 

Bahkan pernah ditemukan meriam sebagai bukti peran Surabaya sebagai kota dengan sistem pertahanan yang kuat.

Menurut pegiat sejarah Surabaya, Nanang Purwono, berdasarkan sketsa peta kota Surabaya tahun 1787, lokasi dimana PT. Telkom berdiri di Jalan Kebalen dulunya adalah kompleks Bengkel Kontruksi Artilery (Artilery Constructie Winkel). 

Baca Juga: Kakek di Surabaya Nekat Curi Helm untuk Modal Balap Merpati, Tiga Kali Masuk Tahanan 

Bengkel tersebut dibangun oleh Gubernur Jendral H.W. Daendels pada periode 1808 - 1811.

"Sketsa peta tahun 1787 menunjukkan bahwa lokasi PT. Telkom jalan Kebalen ini dulunya adalah kompleks Bengkel Kontruksi Artilery yang dibangun oleh Gubernur Jendral H.W. Daendels," jelas Nanang, Rabu (25/3).

Baca Juga: Aksi Baru John Wick Universe lewat Caine, Donnie Yen Didapuk Jadi Sutradara

Pembangunan bengkel konstruksi militer tersebut merupakan bagian dari rencana Daendels untuk menjadikan Surabaya sebagai pusat pertahanan melawan musuh dari luar. 

Selain menambah dan memperkuat garnisun, ia juga membuat pabrik peralatan dan kebutuhan perang.

Pekerjaan pembangunan bengkel konstruksi ini telah ditetapkan pemerintah Hindia Belanda pada 8 Juli 1808 dengan surat yang berbunyi: "Paduka mempertimbangkan bahwa bagi dinas Paduka Radja di Koloni ini sangat diperlukan agar di Surabaya didirikan sebuah bengkel konstruksi umum bagi militer di Hindia."

Biaya pembangunan kompleks ini ditaksir sekitar 2.426 ringgit Belanda atau f1.819,32, sebagaimana terungkap dalam laporan juru taksir D. Barbier dan C.F. Erentreich kepada S. Gibbs, Kolonel dan Komisaris Ujung Timur Jawa.

Baca Juga: Rekor Baru! KAI Daop 9 Jember Catat Angka Mencengangkan di Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Capai 13.150 Penumpang!

Bengkel konstruksi di lahan terbuka seluas 1.213roed persegi dan 6 kaki terletak di aliran barat sungai besar, perbatasan di utara dengan bengkel perlengkapan lama, di selatan dengan galangan kapal kayu baru, di sebelah barat dengan Heerenstraat.

"Di kompleks ini juga terdapat rumah yang indah dan bangunan samping bagi kepala atau konstruktur dan dua kantor juru tulis yang nilainya 35.000 ringgit atau f26.250. Jadi semuanya f28.069,32," tutur Nanang.

Baca Juga: Puncak Arus Balik di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya 28–29 Maret, Siapkan Fasilitas Tambahan Antisipasi Lonjakan Penumpang

Nanang menambahkan bahwa kompleks bengkel artileri ini sebenarnya hanya salah satu dari sejumlah gedung-gedung yang ada di lingkungan dalam tembok kota untuk mendukung eksistensi infrastruktur kemiliteran di kota Surabaya pada masa itu. (rmt/opi) 

 

Editor : Nofilawati Anisa
#brantas #melayu #surabaya #Kepulauan #pertahanan #daendels #jejak #kalimas #sejarah #NANANG PURWONO #sungai