RADAR SURABAYA – Kawasan Kembang Jepun pernah menjadi salah satu denyut nadi aktivitas ekonomi dan budaya di Surabaya. Di antara deretan bangunan tua yang berdiri kokoh, eks Pasar Terang di Jalan Kembang Jepun 166 menyimpan cerita panjang yang kini kembali dikenang warga senior.
Bangunan yang dulu dikenal sebagai Pasar Terang itu memiliki sejarah unik. Gedung tersebut merupakan bekas kantor Bank of Taiwan yang cukup ikonik pada masa penjajahan. Arsitekturnya yang khas kolonial menjadikannya salah satu landmark penting di kawasan kota lama.
Johnny Chen, salah satu warga senior Surabaya, mengingat betul bagaimana suasana Pasar Terang pada era 1960-an hingga 1970-an. Dia mengatakan, kawasan itu selalu ramai setiap hari, terutama oleh anak-anak muda.
“Dulu saya buka persewaan buku di kaki lima, di emperan Pasar Terang, sekitar tahun 1968-an,” ujar Johnny.
Menurut dia, saat itu minat baca masyarakat, terutama remaja, sangat tinggi. Komik dan buku cerita silat menjadi primadona. Banyak pelanggan datang silih berganti untuk menyewa bacaan dengan harga terjangkau.
Tidak hanya buku, usaha persewaan juga berkembang. Johnny bahkan mulai menyewakan kaset, mengikuti tren hiburan saat itu. Aktivitas ekonomi kecil di sekitar Pasar Terang pun tumbuh subur.
Baca Juga: Senjata Era Majapahit Cetbang Pernah Ditemukan di Surabaya
Kesaksian serupa disampaikan Sunari, salah satu pelanggan lama. Dia mengenang kebiasaannya menyewa komik di tempat Johnny.
“Waktu itu ramai sekali. Anak-anak muda Surabaya memang suka baca komik dan cerita silat,” katanya.
Selain aktivitas perdagangan informal, kawasan tersebut juga dikenal karena keberadaan kantor Jawa Pos yang dulu berada di atas bangunan Pasar Terang. Keberadaan media tersebut turut menambah dinamika kawasan itu sebelum akhirnya pindah ke Kembang Jepun 167-169, dekat Pabrik Es Kalimalang yang juga ikonik pada masa lalu.
Namun, seiring waktu, kejayaan Pasar Terang meredup. Bangunan itu sempat mangkrak selama puluhan tahun dan kehilangan fungsinya sebagai pusat keramaian.
Kini, harapan baru mulai muncul. Lantai satu eks Pasar Terang telah direnovasi dan difungsikan sebagai kafe dan restoran. Sementara itu, lantai dua masih belum dimanfaatkan secara optimal.
Pemkot Surabaya berharap revitalisasi bangunan bersejarah ini bisa menghidupkan kembali kawasan Kembang Jepun, khususnya pada malam hari. Dengan sentuhan baru tanpa menghilangkan nilai historisnya, eks Pasar Terang diharapkan kembali menjadi ruang interaksi publik, seperti masa kejayaannya dulu. (*)
Editor : Lambertus Hurek