RADAR SURABAYA - M. Sochieb, seniman kelahiran Surabaya tahun 1931, mencoba mengabadikan kisah pertempuran Surabaya tahun 1945 melalui karya seninya.
Menariknya, arek Suroboyo ini baru memulai belajar melukis di usia 31 tahun.
Pegiat sejarah Surabaya, Nanang Purwono mengungkapkan, Sochieb belajar melukis dari pelukis Surabaya Indra Hadi Kusuma.
Dengan semangat belajar yang besar dan tujuan mulia, ia tumbuh menjadi pelukis yang andal.
“Melalui aliran naturalis, Sochieb memvisualkan berbagai peristiwa pertempuran di kota Surabaya dengan indah,” kata Nanang, Minggu (8/3).
Pada tahun 1965, Sochieb mulai mengikuti pameran di Jakarta bersama para pelukis Jawa Timur.
"Sejak tahun 1970, ia secara rutin menyelenggarakan pameran lukisan setiap tanggal 10 November di Surabaya dan Jakarta. Tujuannya untuk memperingati Hari Pahlawan serta berbagi informasi kepada generasi penerus bangsa," tuturnya.
Karya-karyanya juga menggambarkan betapa arek-arek Suroboyo rela berkorban sebagai benteng kota demi kedaulatan dan kemerdekaan bangsa.
Saat perang pecah di Surabaya tahun 1945, Sochieb yang baru berusia 14 tahun turut bergabung dalam barisan rakyat.
"Bersama rakyat Surabaya, saya pun menyingsingkan lengan baju untuk negara," ungkapnya.
Berdasarkan kesaksian pribadi, ia kemudian mengubah pengalaman tersebut menjadi karya seni.
"Mungkin dalam hati saya, tak ada kata terlambat untuk belajar," pungkasnya. (rmt/opi)
Editor : Nofilawati Anisa