Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pertempuran 10 November Surabaya Diabadikan Melalui Karya Seni, Ini Dia Sosok Pelukisnya

Rahmat Sudrajat • Kamis, 5 Maret 2026 | 16:31 WIB

 

SEMANGAT: Sebuah lukisan karya M. Sochieb sebagai pelaku sejarah Pertempuran 10 November. Saat itu usianya masih 14 tahun.
SEMANGAT: Sebuah lukisan karya M. Sochieb sebagai pelaku sejarah Pertempuran 10 November. Saat itu usianya masih 14 tahun.

RADAR SURABAYA - Dalam pertempuran 10 November, arek-arek Suroboyo bersumpah mempertahankan kota sampai titik darah penghabisan.

Menjadikan Surabaya ajang pertempuran antara rakyat dan tentara sekutu.

Meskipun peristiwa itu telah berlalu, upaya mengingat dan melestarikan jejak sejarah terus dilakukan.

Agar nilai-nilai perjuangan tetap hidup di kalangan generasi muda.

Pegiat sejarah Surabaya, Nanang Purwono mengatakan, perjuangan para pejuang patut dikenang secara terus-menerus.

"Pejuang telah menjadi benteng pertahanan kota dan rela mengorbankan jiwa dan raga demi kedaulatan bangsa, maka wajarlah bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan," ujarnya.

Menurut Nanang, di antara mereka yang mengabadikan sejarah perjuangan tersebut melalui seni adalah pelukis asal Surabaya, M. Sochieb.

Seniman ini sangat identik dengan peristiwa kepahlawanan 10 November.

Sebagai pelaku sejarah dalam peristiwa pertempuran Surabaya, M. Sochieb memiliki corak lukisan yang sangat naturalis, sehingga mampu memvisualkan kisah-kisah pertempuran Surabaya dengan mendalam.

Melalui karya-karyanya, masyarakat diajak mengenal serangkaian peristiwa heroik ketika pemuda-pemuda Surabaya (arek-arek Suroboyo) rela mengorbankan jiwa dan raganya untuk melindungi kedaulatan bangsa serta kemerdekaan yang telah diproklamasikan pada 17 Agustus 1945.

M. Sochieb lahir di Surabaya pada tahun 1931. Ketika pecah perang di Surabaya tahun 1945, dirinya masih tergolong remaja dengan usia baru 14 tahun.

Darah muda yang mengalir seiring dengan gejolak denyut nadi bangsanya membuatnya bersatu dalam barisan rakyat.

"Bersama rakyat Surabaya, saya pun menyingsingkan lengan baju untuk negara," ungkap Sochieb.

Dari berbagai kesaksian yang dialaminya sendiri, ia kemudian mencoba memvisualkan kisah pertempuran Surabaya melalui karya seninya.

Menariknya, arek Suroboyo ini baru mulai belajar melukis di usia 31 tahun. "Mungkin dalam hati saya, tak ada kata terlambat untuk belajar," pungkasnya. (rmt/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#M Sochieb #tentara sekutu #pelaku sejarah surabaya #Jejak Sejarah #Pertempuran 10 November #pertempuran surabaya