RADAR SURABAYA - Kawasan Patjekan salah satunya di kawasan Pintu Air Jagir Wonokromo, juga menjadi saksi bisu peristiwa penting dalam sejarah Indonesia.
Termasuk kedatangan kapal asing dan peristiwa kelahiran Kerajaan Majapahit.
Bahkan Kawasan Patjekan pernah menjadi pelabuhan singgah kapal serdadu Tartar dari Tiongkok, yang menuju pedalaman Jawa untuk menjangkau wilayah Majapahit dan Kediri kala itu.
Pegiat Sejarah Kota Surabaya Nanang Purwono mengungkapkan, lokasi yang strategis ini membuat Kawasan Patjekan kerap dijadikan benteng pertahanan oleh para penguasa pada masa lalu.
"Di zaman pemerintahan Kediri dengan rajanya Jayakatwang, Patjekan sudah dijadikan benteng pertahanan. Demikian pula ketika Raden Wijaya mengatur strategi dan melakukan tipu muslihat terhadap serdadu Tartar untuk menghancurkan Kediri Patjekan menjadi tempatnya," ujarnya.
Setelah berhasil menghancurkan Kediri dengan dukungan kekuatan serdadu Tartar, sebuah peristiwa penting kemudian terjadi pada 31 Mei 1293.
"Raden Wijaya beserta prajuritnya berbalik menghantam pasukan serdadu Tartar dari kawasan Patjekan, sebuah gerakan yang menjadi titik balik dalam perjuangan mempertahankan wilayah nusantara," ujarnya.
Keberhasilan dalam pertempuran tersebut membawa perubahan besar bagi sejarah nusantara.
Raden Wijaya kemudian diangkat menjadi raja dan membentuk Kerajaan Majapahit dengan gelar Kertarajasa Jayawardhana, menjadikan Patjekan sebagai salah satu lokasi bersejarah yang menyaksikan kelahiran salah satu kerajaan terbesar di masa lalu Nusantara. (rmt/opi)
Editor : Nofilawati Anisa