Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Mengenal Prasasti Canggu: Sumber Sejarah Primer Majapahit yang Catat Kota dan Peristiwa Penting

Nurista Purnamasari • Selasa, 13 Januari 2026 | 20:54 WIB
ARTEFAK PENTING: Lempengan Prasasti Canggu yang masih utuh yang dibuat dari bahan tembaga.
ARTEFAK PENTING: Lempengan Prasasti Canggu yang masih utuh yang dibuat dari bahan tembaga.

RADAR SURABAYA - Prasasti Canggu, yang dikenal juga sebagai Prasasti Trowulan I, merupakan salah satu dokumen sejarah paling penting dari masa kejayaan Majapahit.

Prasasti ini dikeluarkan oleh Raja Hayam Wuruk pada 7 Juli 1358 M (1280 Saka) dan ditulis di atas lima lempeng tembaga.

Saat ini, prasasti tersebut tersimpan di Museum Nasional Indonesia. Keberadaan prasasti ini menjadi bukti otentik kebijakan kerajaan dalam mengatur desa-desa penyeberangan sungai yang berperan vital sebagai jalur transportasi dan perdagangan.

Prasasti Canggu pertama kali ditemukan di Desa Canggu, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.
Lokasi ini berada di kawasan yang dulunya menjadi pusat pemerintahan Majapahit di Trowulan.

Penemuan prasasti ini memperkuat bukti bahwa Mojokerto merupakan pusat aktivitas politik dan ekonomi Majapahit.

Prasasti Canggu dikenal juga sebagai Prasasti Trowulan I. Bentuknya berupa lima keping lempeng tembaga dengan tulisan menggunakan aksara Jawa Kuno dan bahasa Sanskerta. Sayangnya, dari lima keping tersebut kini hanya tersisa satu keping yang masih utuh.

Bentuk prasasti yang menggunakan tembaga menunjukkan pentingnya dokumen ini, karena bahan logam lebih tahan lama dibandingkan batu atau daun lontar.

Isi dan Makna Prasasti

Prasasti Canggu berisi tentang peningkatan status desa-desa penyeberangan sungai atau yang disebut Naditira Pradeca.

Desa penyeberangan ini memiliki peran strategis karena menjadi titik mobilitas ekonomi dan sosial masyarakat Majapahit.

Dalam prasasti tersebut tercatat lebih dari 40 desa penyeberangan di Jawa, termasuk wilayah di sepanjang Bengawan Solo dan Sungai Brantas.

Isi prasasti menegaskan bahwa desa-desa penyeberangan memiliki hak dan kewajiban khusus, serta diakui sebagai bagian penting dari jaringan ekonomi kerajaan.

Hal ini menunjukkan bagaimana Majapahit mengatur transportasi air sebagai nadi perdagangan, sekaligus memperkuat kontrol politik atas wilayah strategis.

Signifikansi Sejarah

Prasasti Canggu menjadi sumber sejarah primer karena mencatat fakta-fakta otentik mengenai desa, kota, dan aktivitas ekonomi pada masa Majapahit.

Dokumen ini digunakan sejarawan untuk meneliti struktur pemerintahan, kebijakan ekonomi, serta kehidupan sosial masyarakat Jawa abad ke-14.

Selain itu, prasasti ini juga memperlihatkan strategi Raja Hayam Wuruk dalam memperkuat kontrol kerajaan atas jalur perdagangan sungai yang menjadi pusat interaksi masyarakat.

Sejarah Surabaya dalam Prasasti Canggu

Salah satu hal menarik dari Prasasti Canggu adalah penyebutan nama Surabhaya, yang diyakini sebagai cikal bakal nama Surabaya.

Dalam prasasti tersebut, Surabhaya disebut sebagai salah satu desa penyeberangan penting di tepi Sungai Brantas.

Penyebutan ini menjadi bukti faktual bahwa Surabaya telah dikenal sejak abad ke-14 sebagai wilayah strategis dalam jaringan transportasi air Majapahit.

Surabhaya kala itu berfungsi sebagai titik tambangan yang menghubungkan jalur perdagangan antara pedalaman Jawa Timur dengan pesisir utara.

Posisi geografisnya yang berada di muara sungai menjadikan Surabhaya sebagai simpul penting dalam distribusi barang dan mobilitas masyarakat.

Fakta ini memperkuat pandangan bahwa Surabaya sejak awal berdiri memiliki peran vital sebagai kota pelabuhan dan pusat ekonomi regional.

Prasasti Canggu bukan sekadar artefak, melainkan dokumen sejarah primer yang menyimpan catatan faktual tentang kebijakan Majapahit dalam mengatur desa penyeberangan, aktivitas ekonomi, dan kota-kota penting di Jawa.

Penyebutan Surabhaya dalam prasasti ini menjadi bukti awal eksistensi Surabaya sebagai wilayah strategis sejak abad ke-14.

Dengan data otentik yang tercatat, prasasti ini menjadi rujukan utama bagi sejarawan dalam memahami peristiwa, struktur sosial, dan perkembangan kota-kota besar di masa Majapahit. (nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#dokumen sejarah #Prasasti Canggu #surabaya #artefak #Prasasti Trowulan #raja hayam wuruk #majapahit