RADAR SURABAYA - NE, 20, seorang mahasiswi jurusan keperawatan kampus swasta di Surabaya menjadi korban pencurian dengan kekerasan (curas) yang dilakukan dua orang pria di kawasan Jalan Karang Menjangan, Mojo, Gubeng, Surabaya, Rabu (7/1).
Akibat aksi pelaku yang diduga membawa senjata api, dompet mahasiswi asal Mojokerto berisi uang Rp 500 ribu raib. Aksi perampasan bermula saat korban berjalan kaki pulang kampus menuju kosnya di Jalan Kedung Tarukan I.
Saat itu korban memegang ponsel dan dompetnya. Tiba-tiba dari arah belakang didekati dua pria berboncengan mengendarai motor. Pelaku memepet korban dan berusaha merampas ponsel dan dompet.
Salah satu pelaku memegang tangan korban. Pelaku juga menodongkan senjata menyerupai pistol. Tak lama kemudian dompet dan HP sudah diraih pelaku. Namun secara tiba-tiba HP korban jatuh."Akhirnya langsung aku lepas. Tapi HP ku ternyata jatuh dari tangannya," kata NE, Selasa (13/1).
Mengetahui HP nya jatuh korban lalu bergegas mengambil HP dan berlari. Tak lama kemudian dia sempat ditolong oleh dua orang pasangan muda-mudi berboncengan motor.
Akibat kejadian tersebut, Korban NE mengaku syok dan trauma. Selain kehilangan dompet berisi KTP dan uang tunai sekitar Rp 500 ribu, pergelangan tangannya luka parut hingga berdarah karena diduga terkena kuku tangan pelaku.
"Cuma baret dikit tanganku kemarin ada darahnya kayaknya kalau engga kena kukunya (pelaku)," bebernya. NE melanjutkan dua pelaku berusia muda dan memakai pakaian warna hitam. Kasus perampasan tersebut oleh korban belum dilaporkan ke polisi. Sebab dirinya masih syok dan pulang kampung. (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto