RADAR SURABAYA - Nama Patjekan tidak lagi tertera dalam peta kota Surabaya modern, namun nama tersebut masih dapat ditemukan pada peta kota tahun 1900-an.
Letak kawasan Patjekan ini berada di percabangan Kali Surabaya, yang ke utara menjadi Sungai Kalimas dan ke timur menjadi Kali Wonokromo.
Kondisi geografis dan lansekap yang strategis membuat Patjekan kerap dijadikan benteng pertahanan oleh para penguasa masa lalu.
Pada masa pemerintahan Kediri yang dipimpin oleh Raja Jayakatwang, kawasan ini sudah dijadikan sebagai benteng pertahanan.
"Ketika Raden Wijaya menyusun strategi dan melakukan tipu muslihat terhadap serdadu Tartar untuk menghancurkan Kediri, Patjekan menjadi tempat pusat perencanaan dan pelaksanaannya," jelasnya.
Setelah berhasil menghancurkan Kediri dengan bantuan kekuatan serdadu Tartar, Raden Wijaya beserta pasukannya kemudian berbalik menghantam pasukan Tartar dari kawasan Patjekan pada tanggal 31 Mei 1293.
"Keberhasilan dalam menghadapi serdadu Tartar tersebut menjadi titik awal penting dalam sejarah bangsa, dimana Raden Wijaya kemudian diangkat menjadi raja Majapahit dengan gelar Kertarajasa Jayawardhana," tuturnya. (rmt/opi)
Editor : Nofilawati Anisa