RADAR SURABAYA - Beberapa kawasan di Surabaya menyimpan jejak sejarah pertahanan dari berbagai zaman, mulai dari masa Majapahit hingga penjajahan Belanda. Salah satunya adalah lingkungan Armatim Ujung.
Armatim Ujung dulunya dikenal sebagai Marine Establishment (ME) atau pangkalan Angkatan Laut Belanda.
Dimana masih bisa ditemukan sarana dan prasarana pertahanan yang dibangun oleh Belanda, dan hingga kini tetap berfungsi sebagai kawasan pertahanan Indonesia untuk wilayah timur.
Selain itu, terdapat juga situs benteng Patjekan yang kini berada di kawasan Ngagel, tempat pengolahan air bersih PDAM Surabaya.
Nama Patjekan tidak lagi tertera dalam peta kota modern, namun masih dapat dijumpai pada peta tahun 1900-an.
Letaknya berada di percabangan Kali Surabaya, yang ke utara menjadi Sungai Kalimas dan ke timur menjadi Kali Wonokromo.
Menurut hipotesa Von Faber dalam bukunya Er Word Een Stad Geboren (sebuah kota telah lahir), lokasi pengolahan air bersih PDAM tersebut dulunya adalah sebuah pelabuhan (marina) tempat bersandarnya kapal-kapal.
Termasuk kapal asing seperti kapal serdadu Tartar dari China yang pernah singgah saat hendak menuju pedalaman Jawa, yakni Majapahit dan Kediri.
Pegiat sejarah Kota Surabaya, Nanang Purwono, mengatakan, situs-situs perbentengan kota Surabaya dari zaman ke zaman layak menjadi aset sejarah kota.
"Melihat pentingnya keberadaan perbentengan dan perlunya mengapresiasi nilai pertahanan di balik perbentengan itu, maka situs-situs ini layak menjadi aset sejarah kota. Setidaknya untuk melengkapi khasanah budaya dan sejarah kota yang selama ini belum pernah terungkap," ujarnya.
Menurut Nanang, meskipun tidak ditemukan benda-benda atau bongkahan tembok kota secara langsung, pada situs yang diperkirakan pernah berdiri tembok dan benteng masih dijumpai bukti pendukung keberadaannya.
"Padahal keberadaannya juga sempat mewarnai sejarah perkembangan perkotaan. Jika diikuti dan dilacak, tempat-tempat itu memiliki nilai wisata sejarah yang potensial bagi kota Surabaya," pungkasnya. (rmt/opi)
Editor : Nofilawati Anisa