Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Benteng Pertahanan Surabaya: dari Sungai Jagir Sekarang Jadi PDAM hingga Basis Laut Armada Timur

Rahmat Sudrajat • Minggu, 11 Januari 2026 | 14:06 WIB
PETA: Kawasan percabangan Sungai Jagir Surabaya yang sekarang menjadi kawasan pengolahan air bersih PDAM terlihat dari udara.
PETA: Kawasan percabangan Sungai Jagir Surabaya yang sekarang menjadi kawasan pengolahan air bersih PDAM terlihat dari udara.

RADAR SURABAYA - Secara geografis, Kota Surabaya terletak di pesisir pantai yang langsung berhadapan dengan Selat Madura dan terbuka terhadap jalur laut di sebelah barat dan timur selat tersebut.

Selain strategis sebagai kota pelabuhan, posisi ini juga membuat Surabaya sangat rentan terhadap datangnya ancaman dan bahaya dari luar.

Pegiat Sejarah Kota Surabaya, Nanang Purwono, mengatakan, karena kondisi tersebut, dari zaman ke zaman wilayah Kota Pahlawan selalu dilengkapi dengan sistem pertahanan yang dibangun oleh pihak-pihak yang berkuasa.

"Di era pemerintahan Kadiri di bawah perintah Raja Jayakatwang tahun 1292-1293, Surabaya sebagai kota pelabuhan sungai sudah terdapat benteng pertahanan. Lokasi itu berada di kawasan percabangan Sungai Jagir yang sekarang menjadi kawasan pengolahan air bersih PDAM," jelas Nanang.

Demikian halnya dengan penguasa-penguasa berikutnya hingga Surabaya berada di bawah pemerintahan Hindia Belanda.

Perbentengan kota yang dibangun pada masa itu sudah semakin modern dengan luas wilayah yang semakin melebar.

“Batas tembok kota menjadi pembeda utama adanya wilayah kota,” sambungnya.

"Wilayah dalam tembok disebut Benedenstad atau Kota Bawah, sedangkan wilayah luar tembok disebut Bovenstad atau Kota Atas," imbuh Nanang.

Selama perjalanan waktu, perbentengan kota mengalami bongkar-bangun yang disesuaikan dengan kebutuhan serta situasi dan kondisi kota pada saat itu.

Mungkin bentuk perbentengan dalam arti pertahanan yang masih dapat dijumpai di Kota Surabaya saat ini adalah daerah basis Angkatan Laut Armada Timur.

Kala itu kawasan ini dibangun tidak hanya untuk kepentingan pertahanan Surabaya dan Jawa Timur, namun juga untuk kepentingan yang lebih luas bagi pemerintah Hindia Belanda.

"Kini lokasi tersebut berada di lingkungan Armatim Ujung, yang dulunya dikenal dengan nama Marine Establishment," jelas Nanang. (rmt/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#Kota Surabaya #Raja Jayakatwang #strategis #Geografis #hindia belanda #pesisir #ujung #jalur laut #armatim