RADAR SURABAYA - Pertumbuhan kota Surabaya pada masa kolonial ditandai dengan peningkatan populasi yang signifikan dan perluasan wilayah.
Salah satunya akibat banyaknya masyarakat dari kawasan pedesaan, termasuk Madura, yang berdatangan ke kota Pahlawan.
"Ini menjadikan Surabaya sebagai kota terbesar kedua setelah Batavia," imbuhnya.
Pertumbuhan kota juga ditandai dengan adanya penembokan (fortifikasi) yang kemudian membedakan wilayah kota secara keseluruhan.
Wilayah yang berada di dalam tembok disebut Kota Bawah (Benededstad), sedangkan wilayah di luar tembok disebut Kota Atas (Bovenstad).
"Kota Atas tumbuh dan berkembang setelah Kota Bawah tidak mampu lagi menampung perkembangan dan kemajuan kota," ujarnya.
Memasuki abad ke-20, pertumbuhan kota Surabaya meluas ke arah selatan wilayah tembok kota, dengan kawasan yang menjadi bagian dari perluasan antara lain Simpang, Jimerto, Darmo, dan Sawahan. (rmt/opi)
Editor : Nofilawati Anisa