Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Konstruksi Dinilai Kuno, Tembok Kota Surabaya Dibongkar Tahun 1880

Rahmat Sudrajat • Jumat, 2 Januari 2026 | 16:34 WIB
ATLAS: Peta tembok Kota Surabaya di sisi timur Sungai Kalimas.
ATLAS: Peta tembok Kota Surabaya di sisi timur Sungai Kalimas.

RADAR SURABAYA - Selain perdagangan, bidang pertahanan beserta industri militernya juga sangat mewarnai aktivitas perkotaan Surabaya pada abad 17, 18, dan 19.

Berbagai bangunan bersejarah yang hingga kini masih terlihat merupakan sisa dari masa pemerintahan Hindia Belanda.

"Tapi ada beberapa titik sebelah timur Sungai Kalimas kawasan Arab (Kampung Arab), Kampung Melayu di utara Jalan Kembang Jepun (Handelstraat), dan Kampung Pecinan di selatan Jalan Kembang Jepun juga terdapat gedung-gedung serta fasilitas milik Bangsa Eropa," jelasnya.

Secara teritorial, kawasan Kota Surabaya lama yang berada di dalam tembok kota terbelah menjadi empat bagian.

Pembatas membujur dari barat ke timur adalah Jalan Rajawali (Herenstraat) dan Jalan Kembang Jepun (Handestraat), sedangkan pembatas dari utara ke selatan adalah Sungai Kalimas.

"Batas tembok kota meliputi sepanjang Jalan Kebon Rojo dan Bibis serta Stasiun Kota untuk bagian selatan, sepanjang Jalan Indrapura dan Kampung Tambak Gringsing untuk bagian barat, Sungai Pegirian dan Boto Putih ke arah utara untuk bagian timur, serta Jalan Jakarta dan wilayah Benteng Miring untuk bagian utara," terangnya.

Tembok kota ini mulai dibongkar pada tahun 1880. Sebelumnya, pembangunannya sempat mangkrak karena konstruksinya dianggap kuno dan kurang sesuai dengan perkembangan teknologi militer pada masa itu.

"Karena dianggap kuno akhirnya tahun 1880 secara bertahap mulai dibongkar karena sempat mangkrak," pungkasnya. (rmt/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#Kota Surabaya #jalan rajawali #sungai kalimas #hindia belanda #pertahanan #bangunan bersejarah #jalan kembang jepun #NANANG PURWONO