Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Ekonomi Surabaya Berkembang setelah Ada Pangkalan Militer, Populasi Melonjak Drastis

Rahmat Sudrajat • Kamis, 1 Januari 2026 | 12:55 WIB
JADUL: Kantor residen sementara di Kota Surabaya di era Hindia Belanda. Kantor ini menempati kantor Bea Cukai yang berada di sebelah Utara Willemplei atau Taman Jayengrono.
JADUL: Kantor residen sementara di Kota Surabaya di era Hindia Belanda. Kantor ini menempati kantor Bea Cukai yang berada di sebelah Utara Willemplei atau Taman Jayengrono.

RADAR SURABAYA - Surabaya setelah pengalihan Pangkalan Angkatan Laut dari Pulau Onrust dan Batavia oleh Hindia Belanda, mengalami perkembangan pesat.

Setidaknya setelah tahun 1830, kota ini menjadi pusat administrasi, militer, dan ekonomi yang mendorong pertumbuhan populasi secara signifikan.

Pegiat sejarah Kota Surabaya Nanang Purwono, menjelaskan, semakin banyak perpindahan masyarakat dari kawasan pedesaan, termasuk dari Madura, yang berdatangan ke kota.

"Di bawah pemerintahan interim Inggris (1811-1816) populasi Kota Surabaya diperkirakan mencapai 30.000 jiwa, dan pada tahun 1870 populasinya dua kali lipat, mencapai 60.000 jiwa," ungkapnya.

Menurut Sensus Penduduk tahun 1905, jumlah penduduk Kota Surabaya mencapai 150.000 jiwa.

"Ini menjadikan Surabaya sebagai kota terbesar kedua setelah Batavia," imbuhnya.

Nanang menyebut jika pertumbuhan Kota Surabaya juga ditandai dengan penembokan (fortifikasi) yang kemudian membedakan wilayah kota secara keseluruhan.

Wilayah kota yang berada di dalam tembok disebut Kota Bawah (Benededstad), sedangkan wilayah di luar tembok disebut Kota Atas (Bovenstad).

"Kota Atas tumbuh dan berkembang setelah Kota Bawah tidak mampu lagi menampung perkembangan dan kemajuan kota," ujarnya.

Memasuki abad ke-20, pertumbuhan Kota Surabaya meluas ke selatan wilayah tembok kota, di antaranya yaitu di kawasan Simpang, Jimerto, Darmo, dan Sawahan. (rmt/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#ekonomi #Kota Surabaya #Era klasik #hindia belanda #pangkalan militer #populasi #pertumbuhan