Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pangkalan Militer Surabaya Era Kolonial, dari Proposal hingga Jadi Kenyataan

Rahmat Sudrajat • Selasa, 30 Desember 2025 | 06:01 WIB
PENGETAHUAN: Peta ini menunjukkan situasi ME tahun 1900 sebelum proyek galangan torpedo dimulai. Dalam perkembangannya ME bisa disebut sebagai bentuk pertahanan moderen kota Soerabaia kala itu.
PENGETAHUAN: Peta ini menunjukkan situasi ME tahun 1900 sebelum proyek galangan torpedo dimulai. Dalam perkembangannya ME bisa disebut sebagai bentuk pertahanan moderen kota Soerabaia kala itu.

RADAR SURABAYA - Sejarah mencatat bahwa Surabaya telah menjadi pusat penting bagi Angkatan Laut sejak abad ke-19.

Dimulai dari pembentukan panitia oleh Capellen untuk persiapan pembangunan pangkalan angkatan laut permanen di Surabaya atau tempat lainnya di Jawa Timur, kota ini terus berkembang menjadi pangkalan militer yang strategis.

Sayangnya, proposal awal pembangunan tersebut tidak dilanjutkan oleh panitia yang dibentuk.

Namun, pada tahun 1837, proposal itu diangkat kembali dan dimasukkan ke dalam Rencana Pertahanan Umum Jawa yang dimotori oleh Gubernur Jendral Count van den Bosch (1830-1833).

Pada tahun 1837, dibentuk panitia baru yang diketuai oleh seorang insinyur dari Perusahaan Air Negara (Waterstaat), H.A. Tromp.

Panitia ini mengajukan pembangunan Pangkalan Militer Angkatan Laut dengan persenjataan lengkap, termasuk dok permanen di antara muara sungai Kalimas dan Pegirian.

Pegiat sejarah Surabaya, Nanang Purwono, menjelaskan bahwa setelah melewati perbaikan proposal, khususnya mengenai letak pangkalan, seorang insinyur lainnya dari Perusahaan A Negara, W.G.C. Geill, berhasil merampungkan proposal tersebut pada tahun 1846.

"Setelah melewati perbaikan proposal, khususnya mengenai letak pangkalan, maka pada akhirnya seorang insinyur lainnya dari Perusahaan A Negara W.G.C. Geill pada 1846 dapat merampungkan proposal tersebut," ujarnya.

Selanjutnya, proposal tersebut disetujui oleh Gubernur Jendral J.J. Rochussen (1845-1851) beserta Wakil Admiral E.B. van den Bosch pada September 1846.

Pembangunan Pangkalan Militer Angkatan Laut (Marine Establishment) pun mulai dikerjakan pada akhir tahun 1846.

"Dalam perkembangannya, semua kegiatan yang terkait dengan perbengkelan senjata dan militer yang sebelumnya berada di kota Surabaya, segera dipindahkan ke Marine Establishment (ME). Puncaknya, pada tahun 1888, Surabaya secara de facto menjadi Pangkalan Militer Angkatan Laut Utama," pungkasnya. (rmt/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#Kota Surabaya #proposal #era kolonial #angkatan laut #pangkalan militer #pembangunan #sejarah #NANANG PURWONO