Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Insinyur Tromp dan Geill, Dua Sosok Penting di Balik Pembangunan Pangkalan Militer Surabaya

Rahmat Sudrajat • Senin, 29 Desember 2025 | 23:53 WIB

PENGETAHUAN: Peta ini menunjukkan situasi ME tahun 1900 sebelum proyek galangan torpedo dimulai. Dalam perkembangannya ME bisa disebut sebagai bentuk pertahanan moderen kota Soerabaia kala itu.
PENGETAHUAN: Peta ini menunjukkan situasi ME tahun 1900 sebelum proyek galangan torpedo dimulai. Dalam perkembangannya ME bisa disebut sebagai bentuk pertahanan moderen kota Soerabaia kala itu.


RADAR SURABAYA - Pembangunan pangkalan militer yang kuat di Surabaya memiliki peran penting dalam melindungi Jawa, khususnya Jawa Timur, sejak era pemerintahan Hindia Belanda.

Pada masa Daendels, Surabaya telah memiliki pangkalan bengkel konstruksi artileri yang melayani angkatan laut dan darat Hindia Belanda.

"Ide pembangunan Pangkalan Militer Angkatan Laut (ME) kembali dilanjutkan pada tahun 1822, saat G.A.G.Ph. Baron van der Capellen menjabat sebagai Gubernur Jendral Hindia Belanda," tambah Nanang.

Pada masa itu, Capellen membentuk panitia untuk mempersiapkan pembangunan pangkalan angkatan laut yang permanen di Surabaya atau tempat lain di Jawa Timur.

"Sayangnya, proposal pembangunan tersebut tidak dilanjutkan oleh panitia. Hingga akhirnya, pada tahun 1837, proposal tersebut diangkat kembali dan dimasukkan ke dalam Rencana Pertahanan Umum Jawa yang diprakarsai oleh Gubernur Jendral Count van den Bosch tahun 1830-1833," jelasnya.

Pada tahun 1837, panitia baru yang diketuai oleh seorang insinyur dari Perusahaan Air Negara (Waterstaat), H.A. Tromp, mengajukan pembangunan Pangkalan Militer Angkatan Laut dengan persenjataan lengkap.

Termasuk dok permanen di antara muara sungai Kalimas dan Pegirian.

"Setelah melalui serangkaian perbaikan proposal, terutama terkait dengan lokasi pangkalan, seorang insinyur lain dari Perusahaan Air Negara, W.G.C. Geill, berhasil menyelesaikan proposal tersebut pada tahun 1846," tuturnya.

Proposal tersebut kemudian disetujui oleh Gubernur Jendral J.J. Rochussen (1845-1851) beserta Wakil Admiral E.B. van den Bosch pada bulan September 1846.

Pembangunan Pangkalan Militer Angkatan Laut (Marine Establishment) pun dimulai pada akhir tahun 1846.

"Seiring berjalannya waktu, seluruh kegiatan yang terkait dengan perbengkelan senjata dan militer yang sebelumnya berada di kota Surabaya dipindahkan ke ME. Pada tahun 1888, Surabaya secara de facto menjadi Pangkalan Militer Angkatan Laut utama," pungkasnya. (rmt/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#surabaya #Jawa Timur #hindia belanda #angkatan laut #pangkalan militer #pembangunan #daendels