RADAR SURABAYA - Melihat upaya perlawanan yang terus menerus dilakukan oleh Trunojoyo, VOC di bawah pimpinan Cornelis Speelman akhirnya memusatkan kekuatannya untuk mengalahkan Trunojoyo.
Menurut pegiat sejarah Surabaya, Nanang Purwono, pada April 1677, Speelman bersama pasukan VOC berangkat untuk menyerang Surabaya dan berhasil menguasainya.
Speelman, yang memimpin pasukan gabungan berkekuatan sekitar 1.500 orang, berhasil terus mendesak Trunojoyo.
Benteng Trunojoyo sedikit demi sedikit dapat dikuasai oleh VOC.
"Trunojoyo terdesak mundur dan ke luar wilayah Surabaya. Dia bergerak ke selatan dan akhirnya dapat dikepung dan ditangkap di lereng gunung Kelud oleh Kapitan Jonker pada 27 Desember 1679. Trunojoyo kemudian diserahkan kepada Amangkurat II yang berada di Payak. Pada 2 Januari 1680, Amangkurat II menghukum mati Trunojoyo," tuturnya.
"Untuk itu berbagai fasilitas yang dibangun di dalam benteng, utamanya adalah perangkat pertahanan (Arsenal). Karena misi perdagangannya masih berlangsung, di sana juga dibangun kantor Bea Cukai dan galangan kapal," pungkasnya. (rmt/opi)
Editor : Nofilawati Anisa