Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Surabaya Era Klasik: Adipati Anom Berbalik Haluan tapi Trunojoyo Masih Menang, Amangkurat I Meninggal

Rahmat Sudrajat • Kamis, 11 Desember 2025 | 05:59 WIB
PETA: Wilayah Surabaya Utara dulu menjadi kekuasaan Trunojoyo. Terlihat kawasan utara dulu menjadi benteng Kota Surabaya saat masa Kolonialisme.
PETA: Wilayah Surabaya Utara dulu menjadi kekuasaan Trunojoyo. Terlihat kawasan utara dulu menjadi benteng Kota Surabaya saat masa Kolonialisme.

RADAR SURABAYA - Perlawanan Trunojoyo terhadap Kaisar Mataram Amangkurat I dimulai ketika Adipati Anom, yang juga tidak menyukai sikap raja tersebut, secara diam-diam meminta bantuan kepada ulama istana bernama Raden Kejoran alias Panembahan Rama.

Raden Kejoran kemudian memperkenalkan menantunya, yaitu Trunojoyo, kepada Adipati Anom.

Pegiat sejarah Surabaya Nanang Purwono menjelaskan, Trunojoyo, dengan dukungan rakyat Madura, rakyat Makassar di bawah pimpinan Hasanuddin yang telah dikalahkan oleh VOC, dan rakyat Surabaya, terus melakukan perlawanan terhadap Amangkurat I.

"Trunojoyo dengan dibantu oleh rakyat Madura, rakyat Makassar di bawah pimpinan Hasanuddin dan rakyat Surabaya sendiri, akhirnya terus menerus melakukan perlawanan terhadap Amangkurat I. Kemenangan demi kemenangan pun ada di pihak Trunojoyo," tutur Nanang.

Namun, perselisihan kemudian muncul antara Trunojoyo dan Adipati Anom.

Sang Adipati khawatir Trunojoyo tidak akan menyerahkan kepemimpinan kepada dirinya jika berhasil melumpuhkan Mataram.

"Karena pertimbangan itu, Adipati Anom berbalik haluan dan mendukung ayahnya untuk membela Mataram serta melawan Trunojoyo," jelasnya.

Meskipun demikian, kekuatan yang dibangun Trunojoyo jauh lebih tangguh dibandingkan kekuatan Mataram.

Akhirnya, ibukota Mataram di Plered dapat diduduki dan Amangkurat I terdesak keluar dari kraton menuju Wonosoyo.

"Karena kondisi kesehatan yang kurang baik, Amangkurat I jatuh sakit dan meninggal dunia di Tegal, kemudian dimakamkan di Tegal Arum," pungkasnya. (rmt/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#surabaya #trunojoyo #madura #makassar #Era klasik #rakyat #amangkurat i #mataram #Radar Surabaya