Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Surabaya Jadi Sasaran Penaklukan Mataram, Sempat Mandiri sebelum Kembali Tunduk

Rahmat Sudrajat • Senin, 1 Desember 2025 | 23:18 WIB
TRANSPORTASI: Perairan di pulau Jawa yang menjadi lalu lintas kapal pada era pra kolonialisme (kerajaan) hingga kolonialisme.
TRANSPORTASI: Perairan di pulau Jawa yang menjadi lalu lintas kapal pada era pra kolonialisme (kerajaan) hingga kolonialisme.

RADAR SURABAYA - Menyusul runtuhnya Kesultanan Demak pada 1478-1546 dan berdirinya Kesultanan Pajang pada1548-1582 serta bangkitnya Kesultanan Mataram 1575-1755, Surabaya menjadi sasaran penaklukan Kesultanan Mataram.

Serangan demi serangan dilancarkan ke Surabaya.

Pada tahun 1621, Surabaya berhasil menggagalkan serangan Mataram, namun pada tahun 1622, Sukadana jatuh.

Pegiat sejarah Surabaya, Nanang Purwono, menjelaskan lebih lanjut mengenai periode penting dalam sejarah Surabaya ini.

Pada 1624, Arosbaya juga kalah. Akhirnya pada tahun 1625, Surabaya dapat dikalahkan Mataram setelah Pangeran Pekik dijodohkan dengan Ratu Pandan Sari (Mataram).

Nanang menambahkan, hubungan ini justru membawa dampak positif bagi kehidupan rakyat dan pemerintahan Kadipaten Surabaya.

Bahkan, pada suatu ketika di tahun 1646, Surabaya mampu menata dirinya sendiri secara independen.

"Sayangnya, kemandirian itu harus berakhir ketika penguasa Mataram beralih dari Sultan Agung ke Amangkurat I dan penerusnya, Amangkurat II," jelasnya.

Kesultanan Mataram sendiri merupakan kerajaan Islam di Jawa yang didirikan oleh Sutawijaya, keturunan dari Ki Ageng Pemanahan.

Sutawijaya mendapat hadiah sebidang tanah dari raja Pajang, Hadiwijaya, atas jasanya.

"Pada masa keemasannya, Kerajaan Mataram berhasil menyatukan tanah Jawa dan sekitarnya, termasuk Madura. Jejak sejarahnya masih dapat dilihat hingga kini, seperti wilayah Matraman di Jakarta dan sistem persawahan di Karawang," tuturnya.

Sutawijaya naik tahta sebagai penerus kerajaan Pajang sepeninggal Hadiwijaya dengan gelar Panembahan Senopati.

Wilayah kekuasaannya saat itu hanya di sekitar Jawa Tengah, mewarisi wilayah Kerajaan Pajang. Pusat pemerintahan berada di Mentaok, sebuah wilayah yang terletak kira-kira di timur kota Yogyakarta dan selatan Bandar Udara Adisucipto. (rmt/opi)

 

 

 

Editor : Nofilawati Anisa
#Kesultanan Mataram #Kraton Surabaya #surabaya klasik #Kesultanan Pajang #sejarah Surabaya #Radar Surabaya #NANANG PURWONO