Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dari Bubutan hingga Kawatan, Ada Jejak Tembok dan Tata Letak Kraton Surabaya

Rahmat Sudrajat • Senin, 24 November 2025 | 16:40 WIB

 

JELAJAH: Kawasan Surabaya tempo dulu saat dilihat dari udara, dimana jejak tembok dan kraton sudah terlihat.
JELAJAH: Kawasan Surabaya tempo dulu saat dilihat dari udara, dimana jejak tembok dan kraton sudah terlihat.

RADAR SURABAYA - Meski kini hanya berupa perkampungan padat penduduk di antara Jalan Kramat Gantung dan Jalan Pahlawan, kampung Kraton di Surabaya menyimpan sejarah yang menarik.

Berbeda dengan kraton megah di Yogyakarta atau Solo, Kraton Surabaya dulunya adalah pusat pemerintahan yang lengkap dengan tembok perlindungan.

Pegiat sejarah Surabaya, Nanang Purwono, menjelaskan, keberadaan kraton di masa lalu dapat ditelusuri melalui nama-nama kampung di sekitarnya.

"Nama-nama kampungnya menunjukkan bahwa di kawasan ini pernah tinggal para punggawa kraton," ujarnya.

Lebih lanjut ia mencontohkan seperti kampung Carikan (carik), Temenggungan (tumenggung), Maspati (patih), Kepatihan (kepatian), Praban (prabu), dan Kranggan (ronggo).

Bukti lain keberadaan tembok kraton dapat dilihat dari nama kampung yang memiliki arti fisik terkait pembatas khas kerajan itu, seperti Bubutan (butotan atau pintu gerbang) di sebelah barat, Lawang Seketeng (pintu) di sebelah timur, dan Banuwerti (benteng penguat) di sebelah selatan.

Selain itu, tata letak kraton juga mengikuti konsep umum, dimana alun-alun yang luas dan indah berada di utara kraton.

Di dekat lapangan Tugu Pahlawan, yang dulunya merupakan alun-alun Lor, terdapat kampung Kawatan. Kraton Surabaya juga memiliki alun-alun selatan (kidul), yaitu alun-alun Contong yang namanya masih digunakan hingga saat ini.

Hal menarik lainnya adalah kedekatan kampung Kraton dengan kampung Carikan.

"Carikan yang berasal dari kata carik memang sangat logis bila nyatanya kampung Carikan itu berdekatan dengan kampung Kraton," jelas Nanang.

Dahulu, carik bertugas melakukan pencatatan administrasi kraton, yang kini setara dengan jabatan sekretaris. (rmt/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#punggawa #Kramat Gantung #Alun Alun Lor #Jalan Pahlawan #Kraton Surabaya #kota lama #kraton #kerajaan #Radar Surabaya