RADAR SURABAYA - Jangrono I, sosok yang dikenal sebagai salah satu pahlawan Surabaya, memiliki kisah kepahlawanan yang patut dikenang.
Setelah meninggalnya Pangeran Pekik, Jangrono I tampil sebagai pemimpin yang berani dan gigih dalam membela Surabaya.
Pendeta Francois Valentijn menggambarkan Jangrono I sebagai sosok pahlawan Surabaya yang berani.
Menurut Pegiat Sejarah Surabaya Nanang Purwono dari keterangan Valentijn, Kiai Jangrono, yang juga merupakan pangeran sekaligus bupati Surabaya, adalah sosok pemberani dalam peperangan di Kediri.
"Dengan naik kuda dan menggenggam pistol, ia terjun ke dalam sungai tanpa menghiraukan berondongan senapan dari musuh dan bahkan mampu menyusup ke dalam barisan musuh," ujarnya.
Lima hari setelah peristiwa itu, pasukan dapat merebut benteng Kediri.
Namun, kira-kira pada awal atau pada pertengahan Desember 1678, Sang Pahlawan Surabaya ditemukan telah gugur dalam gapura benteng kota.
Meskipun gugur di medan perang, semangat kepahlawanan Jangrono I tetap hidup dan menginspirasi generasi penerusnya.
Selanjutnya, keturunan dari Jangrono I kemudian menjadi bupati-bupati Surabaya, melanjutkan perjuangan dan pengabdiannya kepada kota Surabaya. (rmt/opi)
Editor : Nofilawati Anisa