Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Surabaya Era Kerajaan Mataram Dipimpin Kyai Tumenggung Jengrana I

Rahmat Sudrajat • Minggu, 16 November 2025 | 23:55 WIB
ILUSTRASI: Gambaran versi lukisan Raja Hayam Wuruk berkunjung ke Surabaya di era Majapahit.
ILUSTRASI: Gambaran versi lukisan Raja Hayam Wuruk berkunjung ke Surabaya di era Majapahit.

RADAR SURABAYA - Surabaya, kota yang kini dikenal sebagai pusat bisnis dan industri di Jawa Timur, ternyata memiliki sejarah panjang dan kaya.

Dari catatan sejarah, Surabaya telah menjadi kota penting sejak zaman kerajaan-kerajaan di Jawa.

Pegiat sejarah Surabaya, Nanang Purwono, menjelaskan, Surabaya dari waktu ke waktu semakin ramai dan menjadi kota terpenting dan terbesar dari kerajaan di Jawa.

Hal ini diperkuat oleh catatan Prof. Aminudin Kasdi dalam bukunya "Perlawanan Penguasa Madura atas Hegemoni Jawa, Relasi Pusat Daerah pada Periode Akhir Mataram 1726-1745" yang mendeskripsikan Surabaya antara tahun 1680-1709 berdasarkan pengamatan pendeta VOC Francois Valentijn.

"Valentijn mencatat bahwa Surabaya adalah wilayah yang terletak di tepi sungai besar (Brantas) dan merupakan kota terpenting dan terbesar dari kerajaan di Jawa," ujar Nanang.

Pada masa itu, penduduk Surabaya berjumlah sekitar 10.000 kepala keluarga atau sekitar 50.000 jiwa.

Di Surabaya juga banyak kediaman orang Cina. Jalan-jalan di kota Surabaya besar, indah, dan bagus. Surabaya memiliki paseban yang luas, masjid yang besar dan pasarnya juga besar.

Nanang menambahkan, ketika Valentijn mengunjungi Surabaya, penguasanya bernama Jangrana I dengan dalem atau istananya yang besar dan indah.

Silsilah Pangeran Lanang Dangiran, Kyai Ageng Brondong menjelaskan bahwa Kyai Tumenggung Jengrana I adalah bupati Surabaya di zaman kerajaan Mataram, Kartosuro.

Ia tidak lain adalah Ki Honggowongso, saudara Ki Onggojoyo (bupati Pasuruan) yang keduanya adalah anak Pangeran Lanang Dangiran atau Kyai Ageng Brondong yang makamnya ada di kompleks makam para bupati Surabaya di Sentono Boto Putih, Pegirian, Surabaya.

"Pengangkatan Ki Honggowongso menjadi bupati Surabaya yang bergelar Kyai Tumenggung menandai babak baru dalam sejarah kepemimpinan di Surabaya," pungkasnya. (rmt/opi)

 

 

Editor : Nofilawati Anisa
#brantas #kerajaan surabaya #surabaya klasik #pegirian #Radar Surabaya #NANANG PURWONO