Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pesapen Pernah Jadi Pusat Perdagangan di Surabaya

Mus Purmadani • Selasa, 11 November 2025 | 04:26 WIB
SIBUK: Aktivitas perdagangan yang diikuti dengan kegiatan ekspendisi di Jalan Kembang Jepun, tak jauh dari Kawasan Pesapen, Surabaya, di era tahun 1930-an.
SIBUK: Aktivitas perdagangan yang diikuti dengan kegiatan ekspendisi di Jalan Kembang Jepun, tak jauh dari Kawasan Pesapen, Surabaya, di era tahun 1930-an.

RADAR SURABAYA - Kawasan Pesapen di Surabaya masih menyimpan denyut masa lalu yang belum sepenuhnya pudar.

Di balik deretan gudang tua dan pemukiman padat, tersimpan kisah panjang tentang geliat perdagangan, ekspedisi maupun aktivitas ekonomi lainnya yang telah berlangsung hampir seabad lamanya.

Pada masa kolonial, Pesapen dikenal sebagai salah satu simpul penting perdagangan di Surabaya.

Kawasan ini menjadi tempat bongkar muat barang, gudang penyimpanan, ekspedisi, sekaligus lokasi tinggal para pekerja dan saudagar.

Seiring waktu, geliat ekonomi di sini terus bertahan, meski wujudnya berganti mengikuti arus zaman.

“Sejak tahun 1930-an kawasan ini sudah menjadi pusat pergudangan dan perdagangan. Hingga kini fungsinya masih sama, hanya bentuk aktivitasnya yang berubah,” tutur pustakawan Universitas Ciputra (UC) Surabaya, Chrisyandi Tri Kartika.

Menurut Chrisyandi, hingga sekarang banyak warga yang menggantungkan hidupnya dari aktivitas di kawasan tersebut.

Sebagian bekerja sebagai buruh pabrik dan kuli angkut di gudang-gudang sekitar, sementara yang lain berdagang di Pasar Babakan, pasar tradisional yang hanya berjarak beberapa langkah dari Jalan Pesapen.

Menariknya, di kawasan ini juga masih bisa ditemui angkutan barang truk yang sejak dulu menjadi nadi ekonomi warga.

“Dulu para saudagar menyewa jasa pengangkut untuk mengirimkan barang ke pelabuhan. Sekarang fungsinya tidak banyak berubah, hanya alatnya yang makin modern,” imbuhnya.

Pesapen bukan sekadar kawasan niaga. Namun juga menyimpan jejak sejarah kolonial yang kuat. Tak jauh dari sana berdiri penjara Kalisosok, salah satu saksi bisu perjuangan para tokoh nasional, serta bangunan tua bekas bioskop Sampoerna yang kini mulai dilupakan.

Bagi sebagian orang, Pesapen mungkin hanyalah lorong sempit dengan gudang tua dan pemukiman padat.

Namun bagi sejarawan seperti Chrisyandi, kawasan ini adalah arsip hidup kota Surabaya—tempat di mana masa lalu dan masa kini berpadu dalam harmoni sederhana.

“Pesapen itu unik. Karena letaknya dekat dengan sungai-sungai Kalimas adan pelabuhan, dari dulu sampai sekarang selalu jadi kawasan strategis. Aktivitas perdagangan di sini seperti tak pernah mati,” ujarnya. (mus/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#ekonomi #surabaya #perdagangan #Pesapen #bongkar muat #Aktivitas #Radar Surabaya