Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Ekspedisi di Surabaya Andalkan Trem Sebagai Sarana Utama Distribusi

Mus Purmadani • Selasa, 11 November 2025 | 04:18 WIB
JASA EKSPEDISI: Pada masa kolonial, trem tidak hanya berfungsi sebagai transportasi penumpang, tetapi juga menjadi bagian penting dari sistem pengiriman barang antarkawasan kota.
JASA EKSPEDISI: Pada masa kolonial, trem tidak hanya berfungsi sebagai transportasi penumpang, tetapi juga menjadi bagian penting dari sistem pengiriman barang antarkawasan kota.

RADAR SURABAYA - Sebelum hadirnya truk dan kendaraan logistik modern, jasa pengiriman barang di Indonesia pernah mengandalkan trem sebagai sarana utama distribusi.

Terutama di kota-kota besar seperti Surabaya dan Batavia (Jakarta).

Pada masa kolonial, trem tidak hanya berfungsi sebagai transportasi penumpang, tetapi juga menjadi bagian penting dari sistem pengiriman barang antarkawasan kota.

Pegiat Sejarah Kota Surabaya, Nanang Purwoko mengatakan pada era itu, sistem trem dioperasikan oleh perusahaan Oost-Java Stoomtram Maatschappij (OJS).

Perusahaan ini berperan besar dalam menghubungkan kawasan industri, pelabuhan, dan permukiman.

Trem-trem tersebut berkembang dari yang ditarik kuda, kemudian digerakkan oleh uap, hingga akhirnya menggunakan listrik.

"Penggunaan trem kuda pertama kali tercatat di Batavia pada tahun 1869, mampu mengangkut sekitar 40 penumpang dalam sekali perjalanan. Namun, seiring meningkatnya kebutuhan dan mobilitas, moda ini dianggap kurang efisien," katanya.

Sebagai pengganti, pada tahun 1881 diperkenalkan trem uap yang menggunakan batu bara sebagai bahan bakar.

Trem jenis ini mampu menempuh jarak lebih jauh dan membawa muatan lebih berat, sehingga banyak dimanfaatkan untuk mengangkut barang dagangan dan hasil industri.

"Memasuki akhir abad ke-19, kemajuan teknologi mendorong lahirnya trem listrik. Di Batavia, trem listrik mulai beroperasi pada tahun 1899, sementara Surabaya mulai menggunakan jalur trem sejak 1889. Kehadiran trem listrik menjadikan transportasi di kota-kota besar semakin cepat, efisien, dan modern," urai Nanang.

Namun, seiring perkembangan kendaraan bermotor dan perubahan tata kota, penggunaan trem perlahan menurun.

Di Surabaya, operasional trem resmi dihentikan pada tahun 1978, menandai berakhirnya satu era penting dalam sejarah transportasi perkotaan Indonesia.

Kini, meski trem sudah tidak lagi beroperasi, jejaknya masih terasa dalam sejarah dan tata kota Surabaya.

Jalur-jalur yang dulu dilalui trem kini menjadi ruas jalan utama yang tetap menjadi nadi pergerakan ekonomi dan logistik di Kota Pahlawan. (mus/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#ekspedisi #distribusi #logistik #kendaraan #Trem Uap #Radar Surabaya