Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kantor Pos Bibis Dimerger dengan Kantor Pos Besar Kebonrojo Surabaya Tahun 1928

Mus Purmadani • Minggu, 9 November 2025 | 04:15 WIB

 

TINGGAL KENANGAN: Bangunan Kantor Pos Bibis Surabaya yang bergaya indische kolonial.
TINGGAL KENANGAN: Bangunan Kantor Pos Bibis Surabaya yang bergaya indische kolonial.

RADAR SURABAYA - Tak banyak yang tahu, di kawasan Jalan Bibis Surabaya dahulu pernah berdiri sebuah kantor pos megah yang menjadi bagian penting dari sejarah komunikasi di Kota Pahlawan.

Kantor Pos Bibis berdiri sejak tahun 1878, menampilkan gaya arsitektur kolonial yang khas dengan pilar-pilar besar dan jendela berukuran besar.

Dalam foto-foto lawas, bangunan kantor pos ini tampak megah dengan empat pilar besar di bagian depan, serta deretan sepeda ontel dan dokar (delman) yang kala itu menjadi alat transportasi utama untuk mengantar surat.

Pegiat sejarah Surabaya Nur Setiawan mengungkapkan, Kantor Pos Bibis merupakan salah satu bangunan penting pada abad ke-19.

“Bangunan kantor pos ini kemudian dimerger dengan Kantor Pos Besar Kebonrojo sekitar tahun 1928,” ujarnya kepada Radar Surabaya.

Ia menambahkan, Kantor Pos Bibis lebih dahulu difungsikan dibanding Kantor Pos Besar Kebonrojo.

“Dulu Pos Besar Kebonrojo masih dipakai untuk sekolah Bung Karno, waktu itu Hogere Burger School (HBS),” jelas Nur, yang juga penggagas Komunitas Surabaya Historical.

Menurutnya, lokasi Kantor Pos Bibis dulu sangat strategis karena berada dekat dengan pusat pemerintahan, stasiun, dan Sungai Kalimas.

“Waktu itu transportasi air masih berfungsi, jadi posisi Bibis ini sangat penting dalam jaringan logistik dan surat-menyurat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Surabaya Heritage Society, Freddy H. Istanto, menjelaskan bahwa bangunan Kantor Pos Bibis memiliki ciri khas arsitektur Indische kolonial.

“Ciri khasnya ada pada kolom klasik bergaya Yunani, jendela dan pintu besar, atap miring, gevel (tampak depan) dengan ornamen klasik, serta tritisan tropis,” terangnya.

Sayangnya, jejak sejarah tersebut kini hanya tersisa dalam dokumentasi dan cerita.

Bangunan Kantor Pos Bibis diratakan sekitar tahun 1991, dan kini bekas lokasinya telah berubah menjadi deretan rumah toko (ruko).

Meski fisiknya telah tiada, Kantor Pos Bibis tetap menjadi saksi bisu perkembangan sistem komunikasi dan transportasi di Surabaya pada masa kolonial adalah simbol kemajuan kota pelabuhan yang pernah menjadi pusat aktivitas pos dan perdagangan di Jawa Timur. (mus/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#kantor pos #surabaya #Jalan Bibis #komunikasi #Radar Surabaya #sejarah