RADAR SURABAYA - Bersamaan dengan pembangunan jalur rel kereta api di sejumlah wilayah di Pulau Jawa pada akhir abad ke-19, pengiriman surat dan paket barang tak hanya mengandalkan kereta pos tetapi juga melalui kereta api.
Pegiat Sejarah Kota Surabaya Nanang Purwono mengatakan, jalur kereta api lintas Surabaya membentang mengelilingi wilayah Kota Surabaya, Jawa Timur, dan termasuk dalam Daerah Operasi VIII Surabaya.
Jalur ini terdiri dari sejumlah segmen yang menghubungkan Surabaya dengan berbagai tujuan, termasuk Malang, Jember, Banyuwangi, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Barat, dan DKI Jakarta.
Nanang mengatakan Staatsspoorwegen (SS) didirikan secara resmi pada 6 April 1875 sebagai perusahaan kereta api.
Pemerintah Kolonial memberikan tugas kepada SS untuk membangun jaringan kereta api yang menghubungkan kota-kota penting di Jawa, yaitu Batavia, Bandung, dan Surabaya, yang juga terhubung dengan jalur Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS).
"Kehadiran SS mendorong semaraknya proyek perkeretaapian di Jawa. Pabrik-pabrik gula yang bermunculan di kawasan Sidoarjo dan Pasuruan diharapkan bisa mendukung perekonomian," katanya.
Jalur kereta api Surabaya–Pasuruan adalah jalur pertama yang dibangun oleh SS dan selesai pada 16 Mei 1878. Jalur ini melintasi Bangil dan Sidoarjo, menghubungkan pabrik-pabrik gula di Sidoarjo dan Pasuruan dengan pelabuhan di Surabaya.
"Jalur kereta api Surabaya-Pasuruan membawa dampak besar bagi perekonomian di Jawa Timur. Sebelum adanya kereta api, transportasi hasil bumi dan barang dagangan mengandalkan kuda atau gerobak yang membutuhkan waktu lama," ungkapnya.
"Dengan kehadiran kereta api, pengangkutan barang menjadi jauh lebih cepat dan efisien. Ini memungkinkan hasil bumi seperti tebu, padi, dan kopi dari Pasuruan dan sekitarnya untuk dengan mudah diangkut ke pelabuhan Surabaya," imbuh Nanang. (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa