RADAR SURABAYA - Tidak ada catatan resmi yang menyebutkan lokasi pasti kantor pos besar pada masa pemerintahan Daendels.
Sementara Kantor Pos Besar Surabaya yang kini berdiri di Jalan Kebonrojo memiliki sejarah berbeda.
Berdasarkan plakat yang terpasang di depan bangunan, gedung tersebut sebelumnya merupakan rumah kediaman dan Kantor Kabupaten Surabaya.
Kemudian dijadikan Hogere Burger School (HBS), sebelum akhirnya difungsikan sebagai kantor pos besar pada tahun 1926.
Dengan demikian, bangunan itu baru digunakan satu abad setelah Daendels meninggalkan Hindia Belanda pada tahun 1811.
Catatan lain menyebutkan bahwa pada tahun 1881, bangunan tersebut berfungsi sebagai rumah Regentstraat, yakni rumah dinas Adipati Surabaya.
Menurut Sejarawan Universitas Airlangga Purnawan Basundoro, kemungkinan besar kantor pos pada masa Daendels berada di sekitar Jalan Rajawali.
Krena wilayah itu sudah menjadi permukiman orang Eropa sejak akhir abad ke-18.
Bahkan sebelum Daendels datang. Namun, hingga kini, lokasi pasti keberadaan kantor pos zaman Daendels masih menjadi misteri.
“Wilayah Jalan Rajawali itu sudah ada sebelum Daendels datang dan membuka jalan penghubung antarkota,” kata Purnawan.
Meski jejak fisiknya belum ditemukan secara pasti, Jalan Raya Pos tetap menjadi simbol penting kemajuan infrastruktur dan komunikasi pada masa kolonial, sekaligus menandai awal mula sistem jasa pos modern di Indonesia. (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa