RADAR SURABAYA - Di area Stasiun Karangpilang Surabaya masih ditemukan bekas jalur trem.
Jalur berupa rel tersebut tampak membentang dari timur ke barat di gang samping stasiun dan rumah warga.
Sisa bekas jalur trem tersebut menjadi saksi bisu bahwa dahulu transportasi trem pernah berjaya di era kolonial dan pasca kemerdekaan.
Jalur trem uap Karangpilang merupakan jalur yang dibuka dan diresmikan pada 27 September 1890.
Jalur trem uap ini milik Oost Java Stoomtram Matschappij (OJS).
Pemerhati Sejarah Kereta Api Navy Eka Pattiruhu mengatakan di Stasiun Karangpilang dalam foto lama memiliki tiga jalur. Jalur satu, jalur dua dan jalur tiga.
“Yang masih tersisa dan kelihatan jalur satu dan jalur dua di sini," ujarnya.
Navy menjelaskan untuk jalur tiga sudah tertutup badan Jalan Mastrip Karangpilang.
Sehingga bekas jalurnya sudah tidak terlihat. Selain terdapat bekas jalur di Stasiun Karangpilang juga masih ditemukan pondasi bekas peron di dekat jalur satu.
Untuk jalur dari Wonokromo ke Karangpilang dahulu jalurnya berada di pinggir Jalan Mastrip. "Di pinggir jalan sisi selatan. Sebagian kemakan jalan sebagian enggak," sebutnya.
Navy melanjutkan untuk bekas jalur trem uap Wonokromo-Karangpilang khusus di kawasan Kebraon sudah tertindih aspal.
"Khususnya yang daerah kebraon itu sudah ketindih aspal. Sama di Gunungsari dekat exit tol," terangnya.
Ia menuturkan stasiun Karangpilang merupakan salah satu stasiun tua. Sebab dibangun tahun 1890.
Sementara stasiun Sepanjang SS (Staatspoorwegen) dibangun dan dibuka tahun 1897. (rus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa