RADAR SURABAYA - Pasca dinasionalisasi, stasiun trem Karangpilang Surabaya dilengkapi dengan bangunan kantor stasiun.
Bangunan kantor tersebut tidak terlalu besar. Kantor tersebut digunakan untuk mendukung operasional stasiun yang ada di wilayah Surabaya Selatan itu.
Keberadaan bekas kantor Stasiun Karangpilang itu saat ini sudah tertutup bangunan warung dan rumah warga yang ada di pinggir Jalan Mastrip Karangpilang Surabaya.
Namun bila ditelusuri langsung ke lokasi atau Stasiun Karangpilang, bangunan tersebut masih bisa dijumpai.
Bangunan berada persis di sebelah timur bangunan awal stasiun atau sisi timur jalur satu trem.
Bangunannya berupa kantor bertembok baru. Kini sudah ditutup dan pada bagian tembok luar dipasang plakat bertuliskan aset PT Kereta Api Indonesia (Persero).
”Itu bangunan baru pasca nasionalisasi tahun 1950 an akhir atau 1960-an. Buat kantor stasiun sebenarnya. Karena zaman sebelumnya itu stasiun cuma dikasi kios loket sederhana saja," ujar Pemerhati Sejarah Kereta Api Navy Eka Pattiruhu kepada Radar Surabaya.
Dia menambahkan, selain bangunan kantor stasiun di sekitar Sstasiun Karangpilang juga ada sumur lama.
Sumur lama tersebut berada di bawah Jembatan tol Surabaya-Mojokerto (Sumo).
Air dari sumur tua digunakan untuk keperluan operasional stasiun maupun perawatan lokomotif trem. "Selain bangunan induk ada ruang tunggu juga," sebutnya.
Tak hanya itu. Pasca dinasionaliasi, Stasiun Karangpilang semakin lengkap dan ramai. Namun trem hanya mentok berhenti di Karangpilang. Kemudian kembali ke Wonokromo Kota.
Kini bekas bangunan kantor stasiun tersebut sudah ditutup. Bangunan bekas stasiun trem tersebut masuk aset PT KAI Daops VIII. (rus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa