RADAR SURABAYA - Transportasi trem uap rute Wonokromo-Kota-Karangpilang hingga Krian dahulu melintas dua kali sehari.
Trem akan melintas pada pagi hari dan sore hari. Transportasi trem uap digunakan oleh masyarakat Surabaya pinggiran untuk ke kota maupun ke pasar hingga ke pelabuhan.
Pemerhati sejarah kereta api Navy Eka Pattiruhu menjelaskan, trem yang melintas di stasiun Karangpilang Surabaya dahulu melintas sehari dua kali.
Trem membawa penumpang dari kota maupun pinggiran kota. "Sehari trem melintas dua kali. Pagi dan sore hari," ujarnya.
Kawasan Karangpilang saat itu masih desa atau berada di pinggiran Surabaya.
Trem yang melintas dari Wonokromo-Karangpilang hingga Krian umumnya mengangkut penumpang orang.
Sebab di sepanjang jalur ini banyak melewati pasar-pasar. Seperti pasar Wonokromo, Sepanjang dan Krian.
"Secara spesifik pengangkutan barang tidak pernah dilakukan. Di sini hanya disediakan gerbong kereta pikulan untuk pedagang-pedagang bawa pikulan. Dari Krian ke Karangpilang Wonokromo banyak lewat pasar," terangnya.
Ia melanjutkan OJS konsentrasi mengambil penumpang dari pasar.
Seperti di Surabaya dari pasar Keputran dan lainnya. "Kalau di sini tidak terkoneksi dengan pabrik atau industri. Kalau (pendapatan) barang di Surabaya pendapatan dari pikulan ditimbang. Misalkan kita bawa pikulan 30 kilogram itu akan ditulis sebagai barang yang diangkut. Itulah namanya angkutan barang dibawa manusia," bebernya. (rus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa