RADAR SURABAYA - Stasiun Karangpilang Surabaya dahulu hanya digunakan oleh trem uap saja.
Stasiun ini setelah dibuka tahun 1890 ramai digunakan warga yang hendak ke kota atau pelabuhan.
Sebab dahulu kawasan Stasiun Karangpilang Surabaya masih berada di luaran atau pinggiran Kota Pahlawan.
"Stasiun dikelola OJS (Oost Java Stoomtram Maatschappij). Jalur Wonokromo-Karangpilang digunakan trem uap saja," ujar pemerhati sejarah kereta api Navy Eka Pattiruhu.
Stasiun yang berada pada ketinggian 7, 6 meter di atas permukaan air laut (mdpl) emplasemennya sempat diperluas.
"Dulu pernah ada wacana elektrifikasi, sayang nggak pernah terlaksana," ungkapnya.
Salah satu ciri khas Stasiun Karangpilang Surabaya adalah bentuk kanopinya.
Bentuk atap kanopi tersebut masih bertahan sejak awal dibangun hingga kini.
"Bangunannya juga nggak berkurang atau hilang dari keasliannya, terutama kanopi lawasnya," bebernya.
Sementara pegiat sejarah Surabaya Nur Setiawan menambahkan, pembangunan stasiun trem uap Karangpilang untuk melayani jalur transportasi darat, khususnya trem uap dari Surabaya ke pinggiran kota.
"Bahkan ke wilayah kerasidenan Surabaya atau sebaliknya. Stasiun Trem Karangpilang merupakan milik perusahaan Oost Java Stoomtram Maatschappij sebuah perusahaan masa kolonial yang membidangi transportasi darat menggunakan lokomotif dan sejenisnya," bebernya. (rus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa