Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pasar-Pasar Kuno Surabaya, Jejak Perdagangan dari Masa Majapahit, Pasar Bong Jadi Saksi Perkembangan Komunitas Tionghoa

Suryanto • Minggu, 17 Agustus 2025 | 02:24 WIB
SEJARAH: Aktivitas di Pasar Bong menjadi saksi perkembangan komunitas Tionghoa.
SEJARAH: Aktivitas di Pasar Bong menjadi saksi perkembangan komunitas Tionghoa.

RADAR SURABAYA - Di balik hiruk pikuk Kota Surabaya yang modern, tersembunyi jejak sejarah yang masih hidup di kawasan Pasar Bong.

Terletak di wilayah utara kota, Pasar Bong bukan hanya pasar tradisional, tetapi juga saksi bisu perkembangan komunitas Tionghoa di Surabaya sejak abad ke-18.

Pustakawan Universitas Ciputra Surabaya Chrisyandi Tri Kartika, menjelaskan bahwa Pasar Bong memiliki nilai historis yang erat kaitannya dengan permukiman etnis Tionghoa di masa kolonial.

“Pasar Bong dulunya adalah bagian dari pecinan tua Surabaya. Nama 'Bong' sendiri berasal dari kata Tionghoa yang berarti kuburan, karena dulunya kawasan ini memang merupakan area pemakaman masyarakat Tionghoa,” jelas Chrisyandi.

Namun seiring waktu, fungsi kawasan ini mengalami pergeseran.

Area bekas pemakaman tersebut lambat laun berubah menjadi pusat aktivitas ekonomi warga Tionghoa, yang kemudian berkembang menjadi pasar tradisional seperti yang dikenal saat ini.

“Awalnya hanya ada pedagang-pedagang kecil yang menjajakan kebutuhan pokok dan barang-barang rumah tangga. Tapi lama-kelamaan, karena lokasinya strategis, Pasar Bong menjadi titik temu penting bagi pedagang dari berbagai etnis, bukan hanya Tionghoa,” tambahnya.

Chrisyandi juga menekankan bahwa Pasar Bong merupakan representasi harmonisasi budaya yang khas di Surabaya.

Selain menjadi pusat perdagangan, pasar ini juga dikelilingi oleh bangunan-bangunan berarsitektur klasik, rumah abu (keluarga), dan klenteng yang menyimpan cerita spiritual masyarakat setempat.

Meskipun saat ini geliat Pasar Bong tak seramai dulu, upaya pelestarian nilai-nilai historisnya tetap berjalan.

Beberapa komunitas lokal mulai aktif mengadakan tur sejarah dan kegiatan budaya untuk mengenalkan kembali pentingnya kawasan ini.

Pasar Bong bukan hanya destinasi belanja, tapi juga cermin perjalanan panjang masyarakat Tionghoa di Indonesia.

Menjaga dan merawatnya berarti menjaga sebagian dari jati diri kota Surabaya itu sendiri. (sur/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#surabaya #tionghoa #pasar bong #jejak perdagangan #komunitas #chrisyandi tri kartika #universitas ciputra #sejarah #majapahit