Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pasar-Pasar Kuno Surabaya, Jejak Perdagangan dari Masa Majapahit: Pasar Genteng, Saksi Bisu Sejarah Ekonomi Rakyat Surabaya

Suryanto • Selasa, 5 Agustus 2025 | 01:50 WIB
SAKSI: Wajah Pasar Genteng di kisaran tahun 1920 hingga 1940, dan aktivitas pergudangan di salah satu sudutnya yang cukup ramai.
SAKSI: Wajah Pasar Genteng di kisaran tahun 1920 hingga 1940, dan aktivitas pergudangan di salah satu sudutnya yang cukup ramai.

RADAR SURABAYA - Di antara riuhnya denyut Kota Pahlawan, berdiri sebuah pasar yang tak hanya menjajakan kebutuhan pokok, tetapi juga menyimpan jejak panjang perjalanan waktu: Pasar Genteng.

Terletak di Kecamatan Genteng, pasar ini merupakan salah satu pasar tertua di Surabaya yang masih aktif beroperasi hingga kini.

Pasar Genteng dibangun pada tahun 1910, pada masa ketika Surabaya tumbuh sebagai kota pelabuhan penting Hindia Belanda.

Berawal dari pasar krempyeng, pasar rakyat kecil yang buka hanya dari pukul 06.00 hingga 09.00 pagi, aktivitas perdagangan di Pasar Genteng telah menjadi denyut utama perekonomian warga setempat.

“Dulu pasarnya ada di perempatan Jalan Genteng. Hanya buka pagi, tapi sudah ramai sejak zaman dulu,” jelas Andrian Perkasa, sejarawan Universitas Airlangga (Unair).

Awalnya, para pedagang yang berjualan di Pasar Genteng berasal dari sekitar Kecamatan Genteng.

Mereka menjual berbagai kebutuhan pokok seperti sayur-mayur, beras, jagung, dan rempah-rempah.

Namun seiring waktu, pasar ini tumbuh dan menarik para pedagang dari berbagai daerah termasuk dari luar kota dan luar pulau seperti Madura.

Fenomena ini menjadikan Pasar Genteng bukan hanya sekadar ruang jual-beli, melainkan juga wadah interaksi sosial antarbudaya di Surabaya.

“Dengan terbentuknya pasar tersebut, lama-lama banyak orang dari luar Surabaya, ada orang Madura juga berdagang di sana,” imbuh Andrian.

Lebih dari seabad berlalu, wajah Pasar Genteng pun berubah. Kini, Pasar Genteng menjelma menjadi bangunan bertingkat yang megah, dengan fasilitas modern, namun tetap menjaga nuansa tradisional yang khas.

Letaknya yang strategis di jantung kota membuatnya mudah dijangkau, baik dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.

Pasar Genteng kini tidak hanya dikenal karena sayur dan buahnya, melainkan juga karena pusat elektroniknya yang berada di lantai atas.

Beragam barang tersedia, dari bahan pokok hingga produk teknologi dan peralatan rumah tangga.

“Yang cukup terkenal dari pasar ini saat ini selain pedagang buah juga perlengkapan elektroniknya yang ada di lantai atas,” tutup Andrian.

Jika dahulu pasar ini hanya hidup di pagi hari, kini suasana ramai tak pernah benar-benar reda hingga sore bahkan malam.

Pasar Genteng terus beradaptasi dengan zaman, menjadi pusat ekonomi rakyat yang tetap relevan di tengah persaingan ritel modern dan e-commerce.

Lebih dari sekadar tempat jual beli, Pasar Genteng adalah simbol kehidupan warga, saksi bisu sejarah panjang Surabaya, dan wajah dari semangat kewirausahaan masyarakatnya. (sur/opi)

 

 

Editor : Nofilawati Anisa
#kebutuhan #madura #jual beli #kota pahlawan #Pasar Genteng #perjalanan #pokok #tradisional